sekelebatsenja

pagi

pagi yang murung. selubung abuabu memayungi jiwa lelah dan mata tak hendak terbuka. ada janji yang harus ditepati. ada hutang yang mesti tunai. ada galau yang berkepanjangan. menerbitkan resah yang belum ada ujungnya. kadang semua harus dipastikan dan disepakati, kadang harus tak seperti itu.

biarkan.
lalu bulirbulir tetes. 

pagi menangis. 
beri jeda untuk hirukpikuk kekecewaan.
tak ingin beranjak..
 

mudah

karena sesuatu yang baru tidak harus mudah. ketika itu mudah maka tidak akan menegangkan. kalau tidak menegangkan maka tidak menarik. kalau tidak menarik. yo wis ben.

ada

ada beberapa pertanyaan yang hadirnya jauh lebih penting daripada jawaban atas pertanyaan itu sendiri

dalam

dalam hati manusia tempat kebaikankebaikan bersemayam serupa ceruk tersembunyi yang ia jaga dengan teramat rapi. atau imajinasiimajinasi liar tak terjangkau kasat mata. 

oh! mata adalah mulut goa yang entah seberapa berlikunya, seberapa jauhnya, seberapa lama ditempuh. pasti tersesat bila tak mampu. 

keterbatasan indera untuk menjangkau sebentuk keniscayaan itu harusnya menjadi nikmat yang disyukuri; karena hanya dia dan penciptanya yang tahu sebenarbenarnya benar.

abuabu

dunia tak selalu tentang apakah kau hitam atau putih; 
tapi bukankah tak akan ada abuabu kalau tak ada keduanya?

nothing

sometimes you're just too busy worrying nothing, let alone trying to answer neverending questions about your presence. sit back and relax.
love said, there is nothing that is not me.

nostalgia

perihal nostalgia tak pernah luput akan ingatan yang membabibuta, merangsek serupa berkas cahaya matahari yang menghujam dari lubang selebar tiga senti. 
waktu yang sejak mula tak pernah membuka komunikasi dua arah menyeret paksa anakanak manusia untuk maklum. mungkin untuk berdamai dengan angan dan cinta sesaat sambil terus memaksa sang pejalan mengukur harihari yang jauh dengan ratusan juta bentuk pertanyaan yang entah apakah mungkin untuk terjawab.
mungkin untuk menekuri cinta yang terpisah raga.
entah, mungkin terlalu naif bila menganggap cinta tak cukup mampu menjadi bahan bakar membangun istana megah lapis pualam.
pada akhirnya waktu dan ingatan,
sejoli yang saling ingin menentramkan.

a glance

sometimes a glance conveys much deeper meaning than millions of speech. that's when you catch a glimpse of some stranger or someone you think you know well, or just average someone's facial expresion. at certain point you'll come into a hypothetical state of perception about that particular person, regardless what the person says after, to defend let's say, anyway. you just way too deep, tied in a conception you made, trapped into your own sub consciousness.


you start making war with your own, darl!

yang

ada yang diamdiam menjadi dirimu. 
menyeruak di antara ranting yang berderak. 
lepas pagi buta ketika januari. 
mengamatimu dengan seksama. 
mengukur kedalaman binar matamu. 
menjaga sebentuk hati yang lelah.

kalaupun ada yang diamdiam menjadi dirimu,
biar.
berkumpul tetes embun pada ujungujung daun.
sebelum lengkung semburat pada timur jauh.
hening dilantunkan. benak bertautan.
doa dilafalkan.

ada yang tak diamdiam menjadi dirimu.
tinggal di sudutsudut rindu.
siapa?
aku?

ibu

setiap ibu memiliki cerita hidup dan perjuangan masingmasing. 
mungkin beberapa ada yang harus bekerja dan menggunakan waktu 8 jam (atau lebih) dari waktu seharinya untuk berada di kantor, menyelesaikan tugas, melakukan perjalanan dinas berharihari.
beberapa yang lain punya kesempatan bersama keluarga sepanjang waktu, mencoba permainan baru setiap hari, memiliki privilege untuk memeluk dan mencium serta mengamati dari dekat, dan tak harus mengkhawatirkan masalah pekerjaan.
beberapa ibu memilih tetap tinggal di rumah, bekerja ketika halhal rumah beres, ketika anak sudah tidur, misalnya.
beberapa yang lain lagi sangat ingin bekerja di luar rumah karena hendak mendedikasikan dirinya pada lingkup yang lebih luas.
ada juga yang terpaksa bekerja karena sebuah keadaan yang tak terelakkan, terpisah dari suaminya karena bencana alam dan harus menghidupi diri sendiri dan keluarga.
bagiku hal itu tak perlu dimasalahkan. mau yang bisa 24 jam bersama, maupun yang hanya dapat berjumpa dengan keluarganya di hari sabtu minggu, seorang ibu tetaplah seorang ibu. 
perjuangan menjadi ibu tidak bisa dinilai dengan apapun, oleh siapapun.
tolong jangan menyakiti dan mengecilkan perjuangannya.
kamu tidak berhak.