sekelebatsenja: agama saya narsis

agama saya narsis

tergelitik.
itulah kata yang bisa mendefinisikan perasaan saya setelah salah seorang sahabat saya menanyakan apa agama saya. pertanyaan itu terus terngiang ditelinga saya meskipun mungkin si penanya hanya menanyakannya dengan kasual.

KEMANUSIAAN, atau malah mungkin NARSIS
itulah jawaban yang paling relevan sekarang ini.
karena selama ini melalui bernarsisnarsis diri saya bisa mensyukuri apa yang telah tuhan berikan buat saya sehingga saya juga tergerak untuk memberikan yang baik pada orang lain.

di KTP memang tercetak tebaltebal termasuk agama apa saya, tapi sesungguhnya saya sedang mempertanyakan dan terus berburu jawaban. termasuk berguru pada orangorang yang saya percaya dapat memberikan gambaran, pandangan maupun referensi tentang agama.

pada lain kesempatan ada seorang sahabat yang menanyakan,
”jadi kalau kamu mempertanyakan agama, kamu gak percaya tuhan itu ada?”
saya jawab: ”saya percaya tuhan itu ada, tapi saya tak akan kotbahi kamu dengan apa yang saya percaya.”

saya sepakat bila agama berbeda dari tuhan.
tuhan adalah entitas yang beyond everything..dan tiada tuhan selain tuhan itu sendiri.

sementara agama itu tak bisa disamakan dengan tuhan.
agama adalah institusi dimana orangorang yang memiliki ’cara’ yang sama dalam ’menjawab’ apa yang tak bisa mereka jelaskan dengan akal pikiran sendiri, bergabung dan mengestablishkan dirinya. makanya ada ritual, ada tuntunan.

dan saya akan sangat menghargai orang yang mengatakan dengan jujur bahwa ia berjuang membela agamanya, dan tak menambahkan katakata ”membela tuhan” dibelakangnya.

selain itu saya juga tak begitu tertarik dengan perbincangan tentang agama mana yang paling benar, paling baik, agama mana yang paling berperan, agama mana yang paling banyak pengikutnya. ya ampyun...tapi kenapa ya saya selalu bertemu dengan orangorang seprti itu..pfffhhh

satu yang saya ingat, seperti kata pak putu suatu hari:
tak penting aku, kamu, dia, atau mereka beragama apa.
yang penting kita berbuat baik pada orang lain

26 komentar:

okanegara said...

setuju sekali dengan quotes yang terakhir. seseorang baru berarti sebagai manusia bukan tentang apa yang dia pakai, dia punya dan dia dapatkan, tetapi justru dari apa yang dia berikan.

wendra wijaya said...

Pernah suatu hari seorang teman bertanya, agamamu apa?

Saya hanya bisa menjawab, agama saya Cinta! Tapi, keyakinan saya Hindu!

Kalimat ini sering saya dengar dari bli Nanoq dan Bang DS (teman, guru, sekaligus orang tua saya...).

Saya sepakat karena "Cinta" telah mewakili seluruhnya. Artinya, agama tidak lagi menjadi hal yang penting (buat saya) ketika perilaku kita telah didasari cinta!

Dan saya juga yakin, keinginan Tuhan juga berdasarkan cinta! Seperti saya yakin pula jika Tuhan tidak butuh pembelaan dan perhatian dari orang2 yg pura-pura mencintainya..

Tulisan yang menarik Senja... Semangat!

cerita senja said...

@okanegara: saya juga bli,kita baru berarti bila bisa 'memberikan' sesuatu bagi orang lain. seperti esensi cinta: memberi :)

@wendra: makasih wen, ya. cinta, dasar dari dasar segala perbuatan baik yang kita lakukan. :)

Nandien said...

setujuuuuuuuuuuuuuuuu....pokoknya yang penting berbuat baik pada sesama. membuat orang tersenyum adalah suatu hal yg tidak mudah jika tidak dilakukan dg ikhlas :)

Benny Andhika said...

wah gk berani nich koment yang beginian terlalu sensitif bagi saya yang hanya sdikit sekali mengerti tentang agama..
tapi so pasti semua agama itu itu baik, tinggal bagaimana umatnya mau bertakwa atau tidak..

Fajar Indra said...

mau komentar tapi, maaf mbakyu, baidewei agama yang sampean maksud "narsis" itu agama yang mana ya? jangan-jangan,saya jadi salah komentar lagi. Takut saia :D

Setau saia (biar kata saia bukan seorang yang taat beragama :p) dalam sebuah ayat di sebuah agama dikatakan, "bagimu agamu dan bagiku agamaku" jadi apa yang harus diperdebatkan dengan keyakinan?

***Pendapat Pribadi***

dipoetraz said...

Tuhan itu tak berbentuk, tak terlihat, tak terpikirkan,, Tuhan itu ada dalam diri kita sendiri. Agama? suatu jalan atau kendaraan yang kita gunakan dalam mengenal Tuhan alias mengenal diri sendiri,,

jadi ingat tulisan menganalogikan agama bagaikan kendaraan yang kita tumpangi untuk mencapai tujuan yang sama,, seperti kita berangkat dari denpasar ke jakarta, naik mobil, naik pesawat, naik kereta api, naik kapal laut dan sebagainya, semuanya mempunyai tujuan yang sama, namun pengalaman yang dilalui tidak sama, bagaimana bisa seorang yang naik pesawat menyamakan apa yang mereka lihat dengan seorang yang naik kereta api.

Maka perbuatan baik dan penuh cinta yang mencerminkan kita akan ke-ada-an Tuhan,, jauh lebih baik daripada beragama tapi berperilaku tidak mencerminkan dengan ke-ada-an Tuhan,,

jadi ingat lagi dengan lagu Karma yang ditulis Putu Wijaya,

"Bayang bayang bulan dalam kolam
Sentuh malam terus tuk bergumam
Citra mana mempesona
Langit atau depan mata
Hembus angin air pun bergoyang
Bulan kolam hancur berkeping keping
Atas tetap benderang
Indah cemerlang

Karma manusia tak kan hilang jiwa
Meninggalkan raga
Walau bayang terhapus musnah pupus
Ditelan masa
Karma manusia tetap tersirat
Jejak langkahnya
Walau sampai di akhir hayat
Pala selalu kan terbawa
Bayang bayang bulan dalam kolam
Lukiskan lingkaran jiwa karma
Tiada karma terhindarkan
Pala ganjaran Tuhan"

thegands said...

waduhh.. gak berani ngomen neh..

hendra said...

berbuat baik, tapi harus benar2 dari hati kita dan bukan karena "pengen di...." hehehe

just be ur self no matter what it was haha

Awan_cLIcK3rz said...

wah gk setuju tuh persepsi wendra mengenai agama n' cinta
agama jauh diatas cinta
seorang beragama sudah pasti punya cinta
seorang punya cinta belu tentu beragama
antara tuhan dan agama tuh ada relevansi ny artinya saling terikat

.....

saya la u rra :) said...

jadi agamanya apa ?
narsis ? hahaha :D

emfajar said...

yang penting bisa memberikan yang terbaik bagi sesama..

bagus al haqq said...

ah ga berani ngomong soal agama
tapi yang jelas hidup harus bermanfaat dan janagan lupa memanfaatkan
huahahahah
becanda-becanda

adinda andi anas said...

saya juga ga terlalu suka kalo ngomongin agama mana yg paling benar, paling blablabla...
menurut saya kewajiban kita adalah ngejalanin aturan2 di agama kita sebaik2nya tanpa harus mengumbar ke orang lain kalo *kita merasa agama kita yg paling benar* :)

ngatini ndolo said...

damn! aku dah komen panjang..malah ilang...huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

singkat ah kalo gitu..
Aku gak percaya agama, tapi aku yakin tuhan itu ada, tapi belum aku temukan juga..

aku liat TheGands gak berani komentar..aku yakin karena dia ragu, tapi masih takut..aku juga pernah seperti itu..

coba aja baca semua kitab, pada dasarnya isinya sama kok..banyak kemiripan di dalamnya..
sekarang yang aku yakini agama itu cuma alat untuk menertibkan umat manusia aja..tapi Tuhan itu sendiri cuma ada satu, ciptakanlah Tuhan dalam dirimu! bersyukurlah pada dia..

kok panjang juga ya??hehe
aku juga pernah posting singkat ttg Tuhan

http://ngatinishot.blogspot.com/2008/05/believe-it-or-not.html

brainwashed said...

dulu gw lari dari tuhan, akal gw menyangkal adanya tuhan. bagi gw tuhan bisa berubah ubah bentuk, dari mulai botol gepeng, 'daun surga', sampai mouse pc. skrg gw dah mulai tua, sangat membutuhkan kebutuhan spiritual non religious.

bagi gw agama cm sekedar jubah, yang harus dilepas bila kita membicarakan tentang tuhan. tuhan itu satu tapi orang bijak menyebutnya dengan berbagai nama/sebutan. Yang mengirim hujan dan mengutus mentari, the Creator of all..The essence of that which we taste, touch, and feel. LOVE..

setuju dengan kawan2 blogger, pak gede prama, dan siapa aja menempatkan cinta sebagai pondasi kehidupan dan spiritual.. all we need is love..

Sang Lintang Lanang said...

'tuhan' memang selalu relevan. temukan juga sedikit tentang tuhan di sini sini

achmad_nababan said...

Sebelumnya salam kenal y bwt mbk winda

Salam Horas dari Medan

Ehm..tulisan yg menarik mbak
Buat sebagian orang, yang namanya agama tidak punya arti apa2 selain hanya mengkotak-kotakkan manusia

Buat sebagian orang juga, agama diatasnamakan untuk berbuat yang tidak baik terhadap orang lain…

Kalo sudah begitu tentu, sebagian orang yang lain juga berpendapat “untuk apa sih yang namanya agama itu??fungsi agama itu apa, kalo Cuma bikin penganutnya punya fanatisme sempit yg kadang mendorong berperilaku menjelekkan, melecehkan atau membinasakan penganut lainnya…lebih baik tidak beragama saja sekalian

Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Begitu juga manusia, lain orang lain otaknya, lain isi pikirannya, lain pilihannya dsb.

Oleh karena itu, sah2 saja jika orang punya pendapat seperti di atas..

Saya pun sebagai manusia yang dikaruniai akal pikiran punya pendapat sendiri yang sepertinya berbeda dengan pendapat di atas, berbeda juga dengan ide yang dituliskan ama mbak Winda. Mohon maaf atas perbedaan ini.

Di kepala saya terbesit beberapa kalimat tanya. Pertama “apakah menjamin dengan tidak beragama kita bakal lebih bisa berbuat baik sama orang lain??”

Kedua: “apakah jaminan kalo kita ga beragama bakal terhindar dari yang namanya fanatisme sempit??”( Yah, kita tau yang namanya agama itu kan memberikan identitas sosial buat penganutnya, yang kadang memunculkan fanatisme berlebih yang membuat kita memandang jelek orang lain yang berasal dari identitas sosial yg beda).

Ketiga “mana yang lebih bagus: seorang yang rajin berbuat baik pada sesama, tapi atheis, tidak mengakui adanya suatu “Kuasa” yang sudah menciptakan dan mengkaruniakan nikmat atau orang yang taat beragama tapi kurang bisa berbuat baik sama sesama??”

Sungguh hak asasi orang itu mau milih agama A ato B, milih beragama ato tidak, bahkan memilih definisi dari agama itu sendiri…

Dalam definisi saya, agama itu adalah suatu seperangkat ajaran, sets of teaching, yang mengatur 2 MACAM HUBUNGAN. Hubungan vertical ama tuhan dan horizontal ama makhluk tuhan lainnya (termasuk manusia tentunya)..tidak dengan Tuhan saja atau dengan manusia saja..


Saya setuju dengan pendapat: buat apa mengharamkan babi tapi masih memandang halal korupsi, buat apa puasa tapi sukanya menjatuhkan orang lain, buat apa nyepi kalo di hari lain Cuma mengahabiskan waktu dengan dugem dan foya2, buat apa ke gereja menyanyi mengagungkan tuhan tapi di luar masih sering menjelekkan orang lain?? Saya sangat setuju

Tapi, saya juga kurang sependapat dengan pemikiran “ga usahlah beribadah dan beragama itu kalo belum bisa memberikan diri sepenuhnya pada orang lain”. Hubungan horizontal tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melupakan komunikasi dengan tuhan, and vice versa, kedekatan dengan tuhan juga tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melupakan hubungan dengan sesama, menzalimi sesama dsb. Idealnya keduanya dijalankan beriringan. Keduanya adalah suatu kesatuan.

Saya melihat agama bukan sebagai kendaraan, tapi agama adalah jalan itu sendiri..ia adalah jalan setapak bagi pejalan kaki, jalan aspal buat motor atau mobil, rel buat kereta api, laut buat kapal ato mgkin angkasa buat pesawat. Jiwa kita adalah pengemudi dari kendaraannya itu dan segala yang ada pada diri kita baik itu badan kita dengan segala kekurangan dan kelebihan, kepribadian, intelegensi, ideologi serta segala yang kita miliki seperti uang dll. saling mengkombinasi menjadi suatu kendaraan yang unik yang membedakan kita dengan manusia lainnya..

Dalam hubungan secara vertical, Tuhan adalah orientasi dan motivasi kita..jadi menurut saya kurang sempurna rasanya kalo orang percaya tuhan tapi ga punya agama. Ibarat orang punya tujuan tapi jalannya ga ada, walaupun punya kendaraan. Perlu adanya suatu tuntunan. Kumpulan2 ibadah ato ritual pada masing2 agama adalah jalan untu mendekatkan diri pada-Nya.

Begitu juga dalam hubungan secara horizontal, agama juga memberi aturan, termasuk dalam berbuat baik..definisi berbuat baik ama sesama itu yang seperti apa??
Apakah menzinahi seseorang bisa disebut berbuat baik karena alasan memberi kepuasan batin pada orang lain??apakah melacurkan diri bisa disebut sebagai bentuk membaktikan diri ama sesama dengan alasan memberikan jasa hiburan dan kesenangan pada orang lain??apakah mencuri dari toko buku kemudian memberikan buku itu pada orang yang ga bisa sekolah bisa disebut berbuat baik dengan alasan membela kaum tak mampu dari kapitalisme pendidikan??

Saya juga tidak setuju dengan pendapat yang menyatakan kalau agama hanya akan mengkotak-kotakkan manusia. Hanya menciptakan konflik saja.
Tidak hanya agama saja kalo begitu. Perbedaan suku, Negara, pilihan partai politik, profesi, ideologi juga bisa mengkotak2an manusia. Semuanya kembali pada bagaimana masing2 pribadi mensikapinya saja.

Yah namanya juga manusia pasti punya yang namanya ego. Individually, orang yang tinggi egonya itu disebut egois. Collectively, ketika seseorang masuk ke dalam group dan memiliki identitas social yang baru ego itu akan berubah bentuk jadi Chauvinisme, etnosentrisme, juga fanatisme. Semuanya berpotensi menimbulkan konflik..

maaf kalo kepanjangan mbk winda..
salam horas lagi
di negara bagian kita sama2 g ada yg namanya komputer kan??di sumut yg ada Komputeeer, di bali yg ada jg komputer(dengan lafl "t" yg tak lazim)

ardiy said...

kalo pendapat saya, mengutip kata Sidharta (saya lupa sumbernya dari mana)

"kebenaran tidak bisa diajarkan"

dan saya setuju dengan Winda

debu said...

Sobat, menurutku, kamu akan segera mendapat jawaban tentang agama. Setelah kamu bisa membedakan mana nafsu, mana akal, mana hatimu dan mana ruhmu.

dewi fira said...

OBAT PERANGSANG WANITA
Sex Drops Cair
Potenzol Cair
Perangsang Jel
Red Spider Cair
Viagra Cair
DH2O Cair
Blue Wizard Cair
Black Ant Cair
Spanish Fly Cair
Spanish Fly D5
Obat Plant Vigra
Permen Ailida
Permen Karet Perangsang
Perangsang Serbuk
Black Ant Serbuk

ALAT PEMBESAR PENIS
Pro Extender
Vakum Pompa Penis

OBAT PEMBESAR PENIS
Neosize XL
Vigrx Plus
Vimax

OBAT MANDUL
Obat Penyubur Sperma
Obat Penyubur Kandungan
Obat Penambah Sperma

PEMBESAR PAYUDARA
Vakum Pompa Payudara

dewi fira said...

SEX TOYS PRIA
Vagina Getar Suara
Vagina Ngangkang Getar Suara

SEX TOYS WANITA
Penis Tempel Manual
Penis Maju Mundur Putar
Vibrator Lipstik
Penis Sakky Elektrik
Penis Kelabang

OBAT tAHAN LAMA
Maximum Powerfull
Africa Black Ant Kapsul
Procomil Spray
Darling
Stud 007

Anita Tri Ulina said...

Wonder Full. Semoga allah swt akan selalu mempermudah hambanya. Insya Allah Sukses Selalu. Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini :
Toko Online HerbalKing Obat HerbalGudang Obat HerbalJual Obat HerbalJual HerbalJual Produk HerbalJual Herbal MurahHerbal BandungProduk HerbalHerbal HabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwarePenyakitObatbusinesKesehatanHot NewsDownload E-bookKhasiat dan ManfaatHidup SehatDokter HerbalPenyakit

Anita Tri Ulina said...

Insya Allah Sukses Selalu. Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini :
Toko Online HerbalKing Obat HerbalGudang Obat HerbalJual Obat HerbalJual HerbalJual Produk HerbalJual Herbal MurahHerbal BandungProduk HerbalHerbal HabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwarePenyakitObatbusinesKesehatanHot NewsDownload E-bookKhasiat dan ManfaatHidup SehatDokter HerbalPenyakit

Game Online said...

SHINCHANPOKER.COM AGEN POKER DAN DOMINO TERBAIK DI INDONESIA

MIYABIPOKER.COM AGEN POKER DAN DOMINO ONLINE TERBAIK DI INDONESIA

CAHAYAPOKER.COM AGEN JUDI POKER DAN DOMINO UANG ASLI ONLINE TERPERCAYA INDONESIA

SAHABATQQ.COM AGEN DOMINO99 DAN POKER ONLINE TERBESAR DI ASIA

ituDewa.net Agen Judi Poker Domino QQ Ceme Online Indonesia

Referensi Judi Poker Domino QQ Ceme Online Indonesia

Anita Tri Ulina said...

Mantaps :) CurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerif