sekelebatsenja: kapan kita dewasa jika pikiran kita diberangus!

kapan kita dewasa jika pikiran kita diberangus!

penyitaan buku.
kejahatan intelektual yang sadis, hampir sama dengan pembakaran buku.
samasama ingin melenyapkan buah pikiran seorang yang berpikir dan berargumentasi. namun jangan heran bila kejahatan intelektual ini masih terus berlangsung di bumi pertiwi tercinta yang mengkoarkan ’kemerdekaan’ dan mengibarkan tinggitinggi bendera demokrasi.

kasus yang paling hangat adalah penyitaan buku yang dilakukan oleh kajati DIY terhadap buku yang berjudul "Tenggelamnya Rumpun Melanesia: Pertarungan Politik NKRI di Papua Barat" karya Sendius Wonda [lihat disini] dikabarkan buku tersebut ditarik karena didalamnya memuat halahal yang berpotensi memecahbelah bangsa Indonesia.

saya bertanya dalam hati. WHAT? masih jaman hal seperti ini?

tak ada bedanya bagi saya ia dengan era ORBA yang represif. saat seseorang akan dipenjarakan jika melawan mainsteram dan dilenyapkan jika ia berusaha mengajak orang lain bergabung.

memang sayangnya saya tak bisa bercerita banyak mengenai buku tersebut karena saya tak beruntung bisa mendapatkannya plus belum baca isinya. Itu PR untuk saya. Tapi satu yang tercetak tebal dalam benak saya dalam melihat kasus ini:

pemberangusan pikiran adalah kejahatan paling keji

pikiran saya dibayangbayangi pertanyaan tentang kebijakan penyitaan buku tersebut dengan SK! Mekanismenya bagaimana?parameternya apa?duh, pertanyaan yang basi namun masih saja terlontar dari kasus yang seharusnya sudah basi.

saya percaya penulis buku itu pasti memiliki alasan kenapa menulis hal yang ’kontroversial’. dia mungkin bermaksud mengungkap, mempertanyakan dan ingin ditanggapi.

jikalau memang buku itu bertendensi memecahbelah, taruhlah itu benar, jalan yang terbaik adalah membedahnya, mendiskusikannya, dan samasama menemukan jalan keluar yang lebih bijaksana.

saya tertawa getir. ayolah, kapan kita dewasa jika pikiran kita diberangus!

27 komentar:

wendra wijaya said...

Heheee.. begitulah Senja. Bangsa ini memang belum (untuk menghindari kata tidak) pernah dewasa.

Mari tertawa aja. Bukankah tertawa dalam bangsa ini sama artinya dengan menangis? heheeee..

Menurutmu apa jalan keluar yang bijaksana untuk kasus ini Senja, jika memang benar buku itu bertendesi memecah belah? karena bukan tidak mungkin, kasus serupa juga akan terjadi lagi..

Nanoq da Kansas said...

Penyitaan, pembakaran, pemberangusan, pelarangan, penarikan dari peredaran, atau apapun bentuknya atas sebuah buku, adalah biadab. Dan itu adalah sebuah dosa kebudayaan yang tak bisa ditebus dalam sejarah.

Dan kenapa hal semacam itu masih saja terjadi di negeri tercinta ini? Karena negeri kita dikelola secara TIDAK IKLAS! Sepanjang ketidakiklasan itu masih dianut oleh pengelola dan juga setiap lapisan anak-anak bangsa, maka pemberangusan terhadap pikiran akan terus berlangsung.

Bangsa kita tidak iklas untuk jujur. Tidak iklas untuk berterusterang apa sejatinya yang ada di dalam tubuh sendiri. Dengan kalimat lain yang sudah begitu sering dikatakan oleh banyak orang, bahwa bangsa dan negara kita ini dikelola dengan konsep-konsep kemunafikan. Dan sekali lagi, ini akan berlangsung terus jika kita juga tidak iklas untuk MELAWAN. Ya, melawan diri sendiri.

Negara boleh terus memberangus sebua buku, memberangus pikiran-pikiran, tetapi di saat yang sama kita terus melawan dengan terus menerbitkan buku-buku yang lain, terus mengembangkan pikiran-pikiran yang IKLAS!

dwihatmodjo said...

Bagaimana jika kita biarkan saja buku itu beredar dan menjadi sebuah trend untuk satu hal yang disebut disintegrasi?
Atau yang seperti anda bilang, kita beda dan kita bicarakan bersama, dan mungkin di suatu pemikiran kita sadar kalau lebih baik tidak Indonesia, lebih baik Aceh sendiri, Jawa sendiri, Maluku sendiri dan Papua sendiri,..hmm
Saya pikir ada sebuah alasan jelas untuk menarik buku itu, bukan pemberangusan pikiran. Mungkin para pengambil kebijakan merasa cukup sukar untuk menjaga Indonesia agar tetap raya, dan sebuah pemikiran sederhana bisa menjadi agen paling handal untuk sebuah revolusi. Rousseau dan kolega2nya menjatuhkan monarki dengan pemikiran mereka, Soviet jatuh dengan dua kata sakti Gorbachev, bisa jadi ada potensi seperti itu dari buku yang anda sebut tadi. Yakinlah, pemngambil kebijakan sudah berpikir panjang, meski tidak selamanya tepat.
Maaf, sedikit agak tidak setuju dengan anda,..=)

soedra said...

Mas Dwi, kalau anda mau baca buku lebih banyak dan telusuri sejarah nasionalisme itu sendiri. Anda pasti malu jadi orang Indonesia yang mengkultuskan nasionalisme simbolis. Anda kira Indonesia itu apa, warisan nenek moyang?

kalau ada waktu cobalah baca uraian Ben Anderson tentang nasionalisme Indonesia kini dan di masa mendatang. ada di Jurnal Indonesia, Cornell.

tabik,
De Soedra
cafeterianiks.wordpress.com

IMWPD said...

sebenarnya aku belum bisa ngeliat secara gamblang, secara blm baca bukunya,, dua opini yang saling bersebrangan bisa saja benar,,

*duh kok jadi bingung ya?*
dari pada beropini tanpa dasar informasi yang jelas, lebih baik carikan saya bukunya winda...
saya tunggu kirimannya.

*siul-siul, sambil siap2 liat adu argument dari seberang kali*

Mike.... said...

baru tau juga ada kasus ini..en saiya jg jd pengen cari bukunya..bukankah jika udah dilarang begini masyarakat malah pengen tau apa sih isi buku itu.
beneran saiya jd pnasaran...

Tukang Nggunem said...

Mari menyikapinya dengan arif dan bijaksana, berbeda pendapat boleh-boleh saja karena perbedaan itu adalah berkah...jangan malah dijadikan sebagai pemecah belah...

Soal buku itu, mungkin pemerintah berpikir kalo masyarakat belum cukup pinter buat menelaah apa yang tersurat dalam sebuah buku sehingga muncul kekhawatiran-kekhawatiran yang tidak beralasan itu, padahal saya yakin banget rakyat Indonesia sekarang sudah pandai-pandai..contohnya mbaknya ini, si mbak ini tipe2 mahasiswa yang kritis namun tidak anarkis, itulah tandanya orang cerdas.
Tapi itu(penarikan buku) juga sepenuhnya adalah hak pemerintah, karena mereka punya tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan negara ini, kalopun kita tidak setuju dan memaki-maki pemerintah dalam kaitannya dengan ketidaksetujuan kita itu ya monggo aja, wong hak warga negara dalam berpendapat itu dijamin dengan undang-undang kok... ...sudah ah gitu aja, kok malah makin gak jelas omongan saya...

Manik said...

apakah ini termasuk Politik?? atau hanya sebuah ketakutan akan perubahan??


"Gitu aja koq Repot" (sibuta berkata)

Rierie said...

hmmmm..bunda melihat dari sisi ibu-ibu dulu yach....(sambil geleng-geleng kepala )
Knapa sich bangsa ini?

dee said...

setelah bc tulisanmu, sy jd mempertanyakan kemerdekaan kita.. jd inget waktu naskah n novel2nya pramoedya ananta toer dibakar.. pdhl karya2nya brilian.. yg dibakar miras en DVD porno aja dong.. :D

Enhal said...

dua kali ulang baca postingan ini baru kena tujuannya..wah saya ga mengira cerita senja begitu tajam analisisnya..Ya memang ginilah bangsa kita..

wendra said...

Senja, nambah lagi ya, hehee

Wah, guruku ada di sini!

yang pasti perbedaan itu adalah keniscayaan. perdebatan mengenai "kasus" ini boleh2 saja, tapi hanya di "lingkaran" ini saja. Ketika kita di luar, mari bergandengan tangan kembali..

Segitu aja ah n selamat berdebat!

Balisugar.com said...

Semakin dasyat orang ingin membaca.

Tak ada yang bisa mengekang hati meski bukunya dirampas

brainwashed said...

hehehe gw melihat masalah ini biasa aja.. ga cuma di republik ini aja kok, gw rasa semua negara akan berusaha menjaga keutuhan negaranya dari perpecahan. Semua yang bertendensi menimbulkan pecah belah, membahayakan ideologi akan disingkirkan dan dimusnahkan dari mainstream. tengok aja negara2 tetangga, perpecahan adalah mimpi buruk bagi mereka.

dah menjadi hukum alam, yang kuat dan berkuasa itu yang menang, dan yang lemah, kecil, akan selalu mengalah dan menyingkir klo ga mau jadi santapan yang besar.

tengok aja kenapa komunis sering dianggep ideologi berbahaya bagi mereka yang bersebarangan. Bahkan di negara yang mengaku katanya paling demokratis sekalipun.

gw sendiri ga setuju terhadap pemberangusan suatu karya, alesannya sederhana saja, yang memberanguskan berarti tidak menghargai.

Dunia itu penuh warna, ga bisa kita memaksakan kehendak agar dunia menjadi seperti apa yang selalu kita mau. nikmati aja semua yang berbeda, bahkan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan sekalipun.

hari Lazuardi said...

Saya juga tertawa geli, terhadap gerbong-gerbong rezim orde baru yang tertinggal di stasiun perubahan, selain tak dewasa dalam berpikir mereka juga sama sekali enggan mencium aroma pemikiran yang tak sejalan dengan keangkuhan kekuasaan yang sedang mereka pertahankan mati-matian...

Rudi said...

Saya malah tidak masalah. itu artinya pemerintah punya perhatian dengan stabilitas negara. Karena kebebasan yang tidak terkontrol justru akan menjadi neraka baru. Buktinya ya pasca reformasi ini. Rusuh terus.Tidak aman...karena masyarakat belum teredukasi.kalau sudah cerdas, disuruh rusuh ya nggak mau.

Blogger Addicter said...

waduhh..ini tulisannya..bener2 deh..salut saya..saya baru tau ini sekarang ada buku seperti itu..pengen hunting nyari ini..tapi disini ada ga yah..atau saudara wendra punya ga yah..??

itu komennya diatas..ampe harus baca berulang-ulang saya biar paham..duhhh klo utk urusan ini saya mending nyimak dulu..lom baca bukunya soalnya..hehehe..

madong said...

Mo dewasa?!!

Mulai dari diri sendiri,.
Mulai dengan Hal terkecil,.
Mulai Sekarang Juga,.

Upss..

richard™ said...

paradigma berfikirnya coba dibalik jeng, menjadi: "dewasakah kalau tak siap diberangus"? maksudnya? berangus memberangus itu hal yang lumrah. bahkan dalam negara yang benar-benar sekuler sekalipun. Itulah kenyataannya, dan berdamailah dengan kenyataan.

biarkan brangus memberangus membumi hanguskan. kalau itu memang kebenaran, tak ada yang bisa membunuh kebenaran. kalaupun berusaha dimusnahkan, justru potensial menjadi benih untuk 1001 hal yang lebih dahsyat. sejarah telah membuktikannya.

so, jangan takut dinikahi, eh diberangus :) menurut saya, itulah dewasa dalam konteks ini.

Anonymous said...

gak semuanya yang loe denger itu bener?
ingat iklan itu
analogi nya bisa kita pake dalam masalah ini. sebenarnya tujuan pembuatan buku itu apa sih??
kalu untuk sekedar berbagi ilmu sih oke2 saja, sebagai orang awam, buku memang seharusnya jadi gudang ilmu, tapi kalo memang buku tersebut ternyata bau "busuk", lebih baik diberangus kan, tapi kalu ternyata isinya "wangi lebih baik memang disebarkan. terlepas dari konten buku tersebut, tergantung bagaimana cara kita mernghargai bangsa. kalau cuma sekedar gara-2 buku kita jadi apatis, antipati, dan malu sama bangsa sendiri, namanya sama saja. terus yang bisa dibilang lebih baik atau bahkan lebih pantas siapa, orang kita aja gara2 buku bisa saling menghujat satu sama lain kok, kalau salah maaf ya

cerita senja said...

@anonymous: wah saya jadi bertanya nih mas/mbak. kalo untuk mengomentari di blog seseorang pun masih pake nama anonymous (tanpa link) itu namanya apa donk?hehe.
mas dwihatmojo itu meskipun tak setuju dengan pemikiran saya saja berani mencantumkan link,
lain kali kalau komen ditempat saya mohon diberi link, agar kita bisa berdiskusi lebih lanjut,oke?

salam kenal, makasih sudah mau membaca postingan saya :)

dewi fira said...

SEX TOYS PRIA
Vagina Getar Suara
Vagina Ngangkang Getar Suara

SEX TOYS WANITA
Penis Tempel Manual
Penis Maju Mundur Putar
Vibrator Lipstik
Penis Sakky Elektrik
Penis Kelabang

OBAT tAHAN LAMA
Maximum Powerfull
Africa Black Ant Kapsul
Procomil Spray
Darling
Stud 007

dewi fira said...

OBAT PERANGSANG WANITA
Sex Drops Cair
Potenzol Cair
Perangsang Jel
Red Spider Cair
Viagra Cair
DH2O Cair
Blue Wizard Cair
Black Ant Cair
Spanish Fly Cair
Spanish Fly D5
Obat Plant Vigra
Permen Ailida
Permen Karet Perangsang
Perangsang Serbuk
Black Ant Serbuk

ALAT PEMBESAR PENIS
Pro Extender
Vakum Pompa Penis

OBAT PEMBESAR PENIS
Neosize XL
Vigrx Plus
Vimax

OBAT MANDUL
Obat Penyubur Sperma
Obat Penyubur Kandungan
Obat Penambah Sperma

PEMBESAR PAYUDARA
Vakum Pompa Payudara

Anita Tri Ulina said...

Wonder Full. Semoga allah swt akan selalu mempermudah hambanya. Insya Allah Sukses Selalu. Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini :
Toko Online HerbalKing Obat HerbalGudang Obat HerbalJual Obat HerbalJual HerbalJual Produk HerbalJual Herbal MurahHerbal BandungProduk HerbalHerbal HabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwarePenyakitObatbusinesKesehatanHot NewsDownload E-bookKhasiat dan ManfaatHidup SehatDokter HerbalPenyakit

Anita Tri Ulina said...

Insya Allah Sukses Selalu. Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini :
Toko Online HerbalKing Obat HerbalGudang Obat HerbalJual Obat HerbalJual HerbalJual Produk HerbalJual Herbal MurahHerbal BandungProduk HerbalHerbal HabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwarePenyakitObatbusinesKesehatanHot NewsDownload E-bookKhasiat dan ManfaatHidup SehatDokter HerbalPenyakit

Game Online said...

SHINCHANPOKER.COM AGEN POKER DAN DOMINO TERBAIK DI INDONESIA

MIYABIPOKER.COM AGEN POKER DAN DOMINO ONLINE TERBAIK DI INDONESIA

CAHAYAPOKER.COM AGEN JUDI POKER DAN DOMINO UANG ASLI ONLINE TERPERCAYA INDONESIA

SAHABATQQ.COM AGEN DOMINO99 DAN POKER ONLINE TERBESAR DI ASIA

ituDewa.net Agen Judi Poker Domino QQ Ceme Online Indonesia

Referensi Judi Poker Domino QQ Ceme Online Indonesia

Anita Tri Ulina said...

Mantaps :) CurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerifCurzerif