sekelebatsenja: June 2008

menanti hujan bulan juni



saya tak hendak membahas kumpulan puisi sapardi djoko damono, namun benarbenar tentang hujan yang terjadi di bulan juni. pagi tadi kota jogja cerah sekali, seperti biasa di musim kemarau ini matahari bersinar sangat terik membakar kulit. Pokoknya satu kata deh: cerah! namun beranjak siang mendung bergelayut di atas langit jogja, dalam hati ini merasa ada yang janggal. hujan kok di bulan juni?

rencana pergi keluar menjadi sedikit terganggu. kendaraan yang sudah dicuci bersih mau tak mau harus kotor lagi karena hujan. itu berarti pengeluaran akan bertambah! (maklum saya cukup pemalas, tak suka diributkan dengan acara mencuci kendaraan sendiri). jadilah saya menyadari bahwa kemalasan itu mahal harganya

namun saya cukup bersyukur dengan hujan yang terjadi di bulan juni. pasalnya di beberapa daerah jogja, kekeringan tengah melanda. bayangkan saja, minggu kemarin ketika bertandang ke salah satu rumah kawan saya menjumpai sungai cukup besar yang airnya kering. kering sama sekali! malahan jadi mirip sebuah pekarangan yang luas. Mengerikan…

semoga saja hujan di bulan juni ini menjadi sesuatu yang istimewa bagi semua orang, entah si pemalas maupun mereka yang kekurangan air…

foto dari: sini

ketagihan uyah lengis!

Dunia kuliner diluar sana sudah dipenuhi variasi makanan dengan resep yang canggih plus cara masak yang oke punya, tapi sepertinya makanan dengan bahan dan cara sederhana ini masih menjadi favorit saya.
Anda kenal Uyah Lengis tidak?
Uyah adalah garam, dan Lengis adalah minyak.

Cuma dua bahan itu saja?
Benar! Itulah bahan dasar dari sambal favorit saya.



Ambil garam secukupnya, lalu taruh dipinggir piring, diatasnya tambahkan minyak kelapa satu sendok makan saja, Kalau mau sih tambah cabe agak banyak (bakar dahulu cabe diatas api), terasi bakar, dan limau.Tapi tergantung selera sih, biasanya saya tambahkan cabe kecil (cabe rawit) saja, itupun cuma satu biji. Cabe dirobek (karena memang dirobek!tidak dipotong pakai pisau) jadi dua, baru di remas bersama garam dan minyak kelapa tersebut. Setelah campuran menyatu, masukkan nasi putih, campur dengan remasan bumbu.

Jadilah sambal Uyah Lengis.


Sebagai teman dari nasi sambal itu adalah ikan asin yang digoreng garing (sampai mirip keripik). Jangan ditanya rasanya, nikmat sekali! lewat deh sambalsambal ala restoran yang naujubile mahalnya.

Wanna try?

Sering dibikin oleh: nduti

skripsi, darn!

 
sebagian besar mahasiswa tingkat akhir bisa dipastikan mengeluh ketika waktu untuk menyusun skripsi tiba. entah tibatiba kehilangan semangat atau merasa tidak siap. bahkan tidak sedikit yang langsung nervous, nyesek di dada dan demam berharihari. dan saya adalah salah satu diantaranya.
darn!

kejadiannya begini,
kebetulan kelompok kami memenangi program hibah kompetensi (phk) dari dirjen dikti. kelompok kami ini terdiri dari seorang dosen dan 5 orang mahasiswa yang meneliti tentang beberapa literature dunia ketiga. hasil dari penelitian bersama ini bisa langsung dijadikan bahan skripsi

pertemuan demi pertemuan dan diskusi demi diskusi berlangsung dengan lancar. kami saling bertukar pikiran dan beradu argumen. menyenangkan sekali. saya jadi belajar banyak dari bapak dosen dan temanteman. kemudian tibalah saatnya untuk merumuskan dan menuangkan dalam sebuah skripsi. karya ilmiah!
saya dilanda nervous..



baru setelah itu saya sadar bahwa seumur hidup saya belum pernah sekalipun menulis ilmiah. jelek banget perasaan itu.
saya merasa bodoh sekali. (hehe, sok sokan merasa pintar nih)

ketika tibatiba saja saya harus menulis sesuatu yang ilmiah setebal 70 halaman saya jadi ragu dan takut. dari tidak pernah menjadi pernah. berlembarlembar lagi!
demam, sesak napas, nervous, dan takut menghiasi harihari saya. temantemansaya menyebutnya depresi.
gila! batin saya.

sebenarnya bagi orang yang punya kebiasaan berpikir sistematis, menulis skripsi itu bukanlah hal sulit. tapi bagi saya, tunggu dulu. saya terbiasa berpikir secara acak dan tidak beraturan. buktinya sewaktu seseorang saya minta baca hasil tulisan saya, dia menggelenggeleng kepala

”bagaimana sih kamu ini, ide kok meletupletup tak karuan begini. cobalah idemu itu di organisasikan dengan baik dan urut”

mungkin ia berkata lebih dari 3 kali dengan naskah yang berbeda. saya agak lupa. Tapi saya ingat, saya menangis. merasa tak mampu meneruskannya.

apakah skripsi adalah satusatunya karya ilmiah anda sampai saat ini?
kalau iya, SELAMAT.
anda satu barisan dengan saya!

tolong! saya diselamatkan bukubuku HOW TO

perhatikan.
mungkin anda merasa tidak keren ketika membaca bukubuku panduan atau biasa disebut dengan HOW TO.
entah itu panduan menjadi mahasiswa aktif, panduan menggalang massa, tips dan trik menyiasati wawancara bank, tips memasak cumicumi, panduan caracepat membuat tutup nasi yang menarik dan lainlain.
batin anda mungkin akan berteriak dan kejeniusan anda akan berontak.
dan anda akan berujar
”cemen amat sih, baca buku ginian”

sama dengan saya ketika membaca sebuah buku tentang bagaimana cara menjadi mahasiswa aktif. hati dan pikiran saya serasa diinjakinjak dan intelektualitas saya dicederai. sepertinya kok buku ini ditujukan untuk orang yang tidak berdomisili di bumi.

bisabisanya si penulis lolos ya?
bisabisanya buku ini terbit ya?
bisabisanya saya membacanya ya?
begitulah kiranya pertanyaan yang muncul dalam hati saya (hehe, kan lebih gampang bilang buku itu jelek daripada bikin sendiri buku yang bagus, ya ga?)

kali lain saya membaca sebuah buku, masih sama kategori dengan yang pertama: bukubuku HOW TO
tapi buku ini yahud banget.



judulnya ‘cinematherapy the girl’s guide to movies for every mood’. yaitu panduan memilih film yang pas sesuai mood perempuan. bahasanya tidak mulukmuluk. namun terkesan ringan dan membumi. persuasif dan komunikatif. begitu pas dengan tema yang diusung. suka saya dengan ulasannya. meskipun kebanyakan film yang direkomendasikan sulit ditemui di Indonesia, namun saya cukup terhibur dengan sinopsisnya.

buku ini tidak terlalu menggurui. malah seperti penunjuk jalan diwaktu jalan malam pramuka. yang kita percaya karena kita tak mengerti medan.

saya merasa ditolong dan diselamatkan.

bayi lucu, bayi imut, dan anak 6 tahun yang menyebalkan



saya suka dengan bayi. alasannya adalah mungkin karena saya menyukai segala macam miniatur. dan bayi adalah miniatur dari manusia. menyenangkan melihat wajah kecil yang begitu lucu, tangan yang begitu kecil dengan jarijari yang kecil pula, dan telapak kaki! imut sekali dan berwarna merah.

ia begitu rapuh sehingga butuh banyak perlindungan dan perlakuan khusus. saya menyukainya.

kalau melihat bayi dijalan, serasa ingin saya bawa pulang. kalau bayi dibagi secara gratis seperti iPod, mungkin rumah saya sudah penuh dengan bayibayi imut nan lucu. menyenangkan sekali.

tapi ketika si bayi sudah membesar dan menjadi anak kecil 6 tahun yang suka iseng dan pantatnya bisulan sehingga tak tahan untuk duduk barang semenitpun ia tak lagi lucu dan menyenangkan.

seperti pengalaman saya dengan beberapa anak tetangga yang ’ya ampun’ sekali!
yang tidak mengenakkan adalah ketika beberapa kali leher saya dililit dengan benang layanglayang.

Mungkin, jika mereka dulunya adalah bayibayi yang dibagi gratis seperti iPod itu,
pasti sudah saya tukar tambah dengan bayibayi baru


(hah! mengerikansekali, winda!)

foto dari: sini

berolahraga itu berkeringat



Mensana in corpore sano

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat


Tagline yang sangat pendek dan purba tapi berarti sangat dalam.
Terutama bagi saya.

kalau ditanya berapa kali dalam seminggukah saya berolah raga dan berkeringat, jawabannya akan sangat mencengangkan.
tidak pernah.
mungkin, kalau berjalan kaki di mall, dan naik sepeda sebentar untuk membeli pulsa bisa dikatakan berolah raga, jawaban tentu akan berbeda

waktu yang sempit dan banyaknya hal (selain olahraga) yang harus dilakukan membuat saya malas mengenakan sepatu kets, memakai celana pendek dan mengambil start lari pagi.

akhirakhir ini barulah saya menyadari bahwa berolahraga itu penting sekali. memang meskipun kita tak berolahraga, keringat akan dengan sendirinya muncul. apalagi siangsiang dimusim kemarau seperti sekarang ini.
tapi,
kualitas keringat yang muncul karena kita kepanasan tentulah berbeda dengan keringat setelah berolahraga. Bukankah begitu?

satu hal yang menyadarkan saya akan pentingnya olahraga adalah ulasan sebuah artikel di majalah tentang penyakitpenyakit yang mungkin menghinggapi tubuhtubuh malas. disitu juga dibahas tentang keadaan jiwa yang membaik sebagai efek positif dari berolahraga. saya jadi tersadar dan berpikir.

”apa iya saya ingin terserang penyakit heboh di umur saya yang 21 ini?”

kemungkinan itu sangat mengerikan.
saya takut dan tak ingin terjebak dalam statistik manusia Indonesia yang terserang penyakit karena buruknya pola makan dan kurangnya olah raga.


saya memilih untuk memerangi kemalasan yang tak bermanfaat ini. jadilah tiap pagi saya berlarilari sebentar disekitar rumah. tubuh panas, dan keringat pun bermunculan. pikiran menjadi terbuka, kadang malah bisa mendapat inspirasi.

diakhir minggu saya datang ke sanggar dan berlatih menari. dua jam saja namun keringat sudah bercucuran dan lemas pun hilang.

mari berolahraga kawan, yang kita butuhkan hanya niat dan semangat!

bukuku, penghias lemariku

mengoleksi buku bukanlah suatu hal yang aneh. apalagi bagi mereka yang gemar membaca. bisa saja dalam sekali main ketoko buku, pulangnya memborong beberapa item sekaligus. tak terlewatkan, bukubuku new arrival juga ikut diborong. itungitung habis gajian, duit masih banyak dan bayangan akan tanggal tua masih jauh di angkasa sana.

dirumah, tumpukan buku tadi disusun dalam deretan yang rapi dan menarik. sebagian ada yang diambil, dibaca dan
diselesaikan. ada juga beberapa yang baru dibaca setengah lalu ditinggal tidur, nonton film, atau terlupakan karena tibatiba ingat deadline besok pagi. beberapa buku yang lain malah sama sekali tidak disentuh karena si pemilik tidak mood dan sedikit shock karena tidak paham buku yang dibelinya.


saya suka membaca.
saya juga mengoleksi buku.
saya juga kadangkadang berlaku seperti itu.
saya adalah militan dalam membaca bukubuku tertentu, terutama literature dan fiksi, tapi saya juga pembaca musiman dalam genre yang lain.

ketika bermain di toko buku, pulang bawa buku.
dibaca, habis, disusun, disayangsayang.
tapi kadang saya terjebak untuk mengoleksi buku yang tidak saya butuhkan.
karena lagi hangat di perbincangan, atau merasa keren saja kalau membeli buku itu.

gawat.

tengoklah lemari anda. apakah bukubuku yang ada disana sudah
BENARBENAR anda baca semua? apakah anda memang BENARBENAR membutuhkannya?ataukah untuk kepentingan ‘fashion’ saja. biar anda kelihatan keren didepan kawan anda yang kebetulan mampir dikamar.
kalau iya, hatihati. janganjangan anda akan
menyesalinya. dan memutuskan untuk menjual beberapa

foto dari:sini

Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai




Iman lebih kaya ketimbang kemurnian.
Iman adalah bianglala yang semarak.
Yang menghendakinya sebagai sehelai pembalut putih yang steril lupa bahwa manusia bukan cetakan tunggal mumi adam diatas bumi. Bahkan tak ada mumi, juga dalam kotak kaca, yang tanpa sejarah, tanpa ketelanjuran kebudayaan.

yang kekal selamanya saling membelah dengan bumi yang guyah
-Goenawan Mohamad, Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai-



Sepenggal tulisan dalam buku GM diatas layaknya perlu dimaknai dengan mendalam.
Apalagi akhir-akhir ini banyak sekali keributan terjadi menyinggungnyinggung agama dan perbedaan penafsiran. 
Bagi saya pribadi, sebenarnya hal tersebut sangat bisa sekali dihindari 
apabila tiap orang cukup sadar dengan porsi masing-masing dan memahami keimanan sebagai sesuatu yang personal. 
Saya yakin kita masingmasing memiliki pemahaman yang berbeda akan suatu hal,
apalagi yang berhubungan dengan agama.
Bukankah perbedaan adalah suatu keniscayaan.
Lagipula bila kita cukup paham tentang bertenggang rasa, tak perlulah meributkan hal-hal yang bagi saya hanya akan mengoyak-ngoyak kerukunan beragama. 
Saya yakin bila kita saling memaksa, permasalahan ini tak akan selesai.
Masih banyak hal penting yang perlu diributkan bukan?

let me kill him comrade!


mencoba menjadi anak nakal hahahaha