sekelebatsenja: July 2008

hujan




Maenmaen ke blog bung hari lazuardi dan menemukan postingan yang bercerita tentang gadis hujan saya jadi pingin bikin postingan tentang hujan juga.

Sejak kecil saya suka hujan, tapi waktu itu saya tidak bisa menikmati langsung guyuran hujan deras karena ibu saya memanggil masuk, tentu saja dengan sapu digenggamannya. Kalau saya bandel, ibu akan menarik tangan saya dengan paksa, sesekali mencubit pantat.
Wah, saya sebal sekali kalau sudah begitu..temanteman yang lain bisa bermain asyik dibawah guyuran hujan sementara saya ada dibalik jendela dibalut jaket tebal.

Tapi saya tidak se’penurut’ itu kok.sesekali saya mencuricuri kesempatan. caranya dengan menyelinap keluar dari pintu samping rumah. wah, lebih menyenangkan ternyata hujanhujan dengan perasaaan takut ketahuan. Sensasinya lebih oke.

Tapi sejak saya mengenal cinta *gubraaaag* hujan menjadi sahabat yang baik. Garagara hujan saya pernah dipinjami payung oleh kakak kelas yang saya taksir. Atau dikesempatan lain bisa berdekatan dengannya di hall sekolah ketika samasama menunggu hujan deras reda, kebetulan waktu itu dia tak bawa payung juga. So suit deh.

Hujan juga menemani saya ketika putus cinta. Ditengah hujan deras pacar saya yang dasarnya pleboi plus menemukan gebetan baru memutuskan hubungan kami setelah ia mengirim surat kaleng yang aneh, sedih sih tapi gak papalah..pernah terpikir oleh saya dia sengaja mengambil momen itu, biar kelihatan dramatis. Saya pulang jalan kaki
*biar dramatis juga kok hehehe*

I love walking in the rain because no one could see me cry



foto dari: sini

Sayang, aku tak suka dibilang cantik..



Iseng saya meng’interview’ beberapa teman perempuan yang ditemui ditempat terpisah (ada juga yang lagi bergerombol), baik mereka yang masih single ataupun sudah punya pacar. Ternyata sebagian dari mereka tidak suka dan tidak mau dikatakan cantik oleh gebetan/pacar mereka.
Begini jawaban mereka menanggapi pertanyaan (atau pernyataan?)dari seorang pria

pria: KAMU CANTIK DEH...AKU SAYANG SAMA KAMU

A: Apa sih yang ada di otak lo?
A: huh, studi tubuh!gak ada yang lain?
C: Plis deh, bisakah kita punya hal yang lebih berbobot disini? Kok suka sih ngomongin fisik?
C: Sayang, kamu tuh sebenernya nyenengin..tapi kayanya agak kurang wawasan ya?
D: Hihihi, kamu bisa aja. Kamu juga ganteng kok
E: Iya pa?serius? duuuhhh so swiitt
F: Udah deh, aku gak suka dibilang cantik. Maen fisik doang. Kamu suka aku karena aku cantik doang?sesat banget sih kamu????
G: Gimana yah, aku jadi speechless. Kamu bikin aku jadi malu *blushing*
G: sayang, kamu romantis banget sih?
I: Capek. Lagilagi nemu model begini. Sebal!
T: Kamu bisa nggak sih nggak ngomongin fisik gini. Kamu suka aku karena cantik doang? Trus kalau aku nanti jadi jelek kamu lempar aku ke laut?
Y: Sepanjang yang kutahu orang yang ngomong kaya kamu ini tak ubahnya orang yang beli kucing atau anjing. Dilihat dulu tampangnya oke gak, baru dibeli. Kamu pikir aku kucing atau anjing??
D: yah.. kupikir kamu beda dari cowokcowok lain. Ternyata sama saja..
C: No comment. Aku marah sama kamu. Pikir sendiri alasannya.
C: Beib, jangan bikin aku jadi sedih. aku nggak mau kamu sayang sama aku garagara aku cantik. Sesempit itukah perasaanmu?aku pengin kamu sayang sama aku begini adanya. Kalau kamu bilang seperti itu aku jadi punya beban untuk selalu jadi cantik didepanmu. Aku juga nanti akan ketakutan tak cantik kamu tak mau sayang sama aku. Kalau memang itu yang kamu inginkan, aku tak tahu apa aku sanggup untuk menjalani ini.
Y: nggak ada yang istimewa. Kamu pikir aku senang kamu bilangin itu?
U: kamu mau masuk statistik para pria gombal perayu yang berotak mesum?

Berdasarkan hasil diatas ditemukan 4 perempuan yang suka dibilang cantik. Bagi mereka, pria yang suka memuji mereka cantik itu adalah pria romantis dan menyenangkan. Namun ada juga yang beralasan bingung mencari katakata untuk mengimbangi pujian itu.
Sedangkan 13 orang perempuan tak suka dibilang cantik oleh orang yang mereka sayangi karena mereka punya anggapan kalau:

1. pria yang suka ngomong gitu adalah pria mesum
2. seorang perempuan bukan benda.
3. katakata seperti itu adalah lipservice, gak dari hati
4. perempuan punya kesempatan untuk dapat pujian yang lebih layak dan lebih
manusiawi kan? Misal karena hasil kerja mereka, atau perjuangan mereka atau
apa kek.
5. aku nggak perlu katakata itu
6. perempuan itu masih punya hal lain yang patut dibicarakan daripada sekedar
fisik.


Nah, bagaimana dengan saya?
Terus terang saya tidak suka dikatain cantik oleh orang lain, terutama pria. Meskipun tidak sebegitu ekstrim seperti temanteman saya diatas. Kenapa ya, duh saya bingung kalau ditanya kenapa. Entahlah, yang jelas ketika ada orang yang ngomong itu pada saya, saya punya pikiran buruk tentangnya. Perasaan simpati yang muncul di awal perjumpaan tibatiba hilang, berganti dengan perasaan sebal dan menyayangkan katakata yang meluncur dari mulutnya.

Menurut saya, saya cantik *gubragg* Dan cuma saya yang boleh bilang diri saya cantik. Cukup saya saja yang tahu saya cantik. Ketika kata ”kamu cantik” muncul, saya akan diam saja sambil memandang orang yang melontarkan kata itu.

Ketika seorang teman bilang
”Kalau kamu tak suka dikatakan cantik, ngapain kamu pajang foto kamu di internet? Bukannya kamu malah cari garagara ketika MUNGKIN ada orang yang bilang kamu cantik?”
Saya menjawab:
”Hmm, gitu ya. Nggak tahu tuh”

Pacar saya sudah tahu hal itu, saya sudah jelaskan saya tak suka dibilang cantik, dan ia tersenyum saja mendengar penuturan saya yang panjang lebar. Sampai sekarang saya merasa ia masih menyayangi saya sama seperti dulu sekali ketika kami bertemu. Saya berterimakasih banyak atas pengertiannya selama ini.

kawat gigi




Memang bukan sekedar fashion ketika saya ingin memasang kawat gigi. Lebih karena susunan gigi saya tak begitu bagus, ada beberapa bagian yang tak rata dan perlu dibenahi agar ketika berbicara dan difoto saya tak terlalu malu lagi. Namun sayang keinginan untuk merealisasikan keinginan memasang kawat gigi ini belum terlaksana.

Kata pak dokter sebuah klinik gigi di jogja yang terkenal hebat dalam hal perkawatgigian, butuh waktu setahun untuk membuat gigi saya menjadi benarbenar baik. Dan dalam kurun waktu satu tahun itu saya tidak boleh pergi kemana mana karena akan ada kontrol rutin.. hwaaa. Saya jadi tambah mengurungkan niat untuk pasang kawat gigi. Masalahnya sekarang ini saya sudah ada di akhir semester dan dalam hitungan minggu *semoga* saya sudah lulus. Itu artinya saya akan pergi dari jogja, entah ke jakarta atau ke bali dan bekerja disana. Itu artinya juga saya tidak bisa stay di jogja terus, dan artinya juga tak bisa pasang kawat gigi ditempat pak dokter itu, hmmmm perlu dipikirpikir juga tuh. Tapi itu kan plan A, nah masih ada plan B dan C.

Plan B adalah setelah lulus saya dapet beasiswa ke luar, kalo itu yang terjadi…saya senangsenang saja tak bisa pasang kawat gigi dulu…

Sementara Plan C adalah saya tetap terjebak di Jogja, tetap melanjutkan sekolah disini, tapi untungnya adalah saya bisa memasang kawat gigi dan kontrol dengan rutin.

Ya ampun…*glodhag*

Jalan Sunyi

"maen ke BLOG INI dan menemukan sebuah tulisan yang bikin saya deg degan, entah terharu, entah sedih, entah...campuraduk banget
beginilah tulisannya"


Saya disini, di benteng peninggalan Belanda yang menjadi pusat perayaan kesenian, terjebak diantara keriuhan pelancong yang menyemut di kota tempatmu lahir ini. Saya bayangkan kamu sedang mengendarai sepeda motormu di kota yang serupa neraka itu. Motormu berbelok dan memasuki sebuah rumah sakit yang banyak dihuni selebritis, pejabat dan kaum borjuis lain. Lalu kau duduk di sebuah kursi di ruang tunggu, menunggu dokter yang akan kau tawari perjanjian penjualan obat produk perusahaan tempatmu bekerja, sambil berharap tahun ini tim-mu mendapat bonus liburan ke Australia sebab tahun lalu kalian sudah mendapat bonus liburan ke Singapura.

Tetapi saya disini, melihat sepasang suami istri dengan satu anak mereka. Saya bayangkan beberapa tahun lagi kamu akan seperti mereka. Kamu akan bawa anak dan istrimu tamasya akhir pekan melihat pasar raya, barangkali membelikan istrimu hiasan rumah yang sudah lama diinginkannya, membelikan anakmu mainan atau membelikan dirimu sendiri kemeja batik untuk pergi kondangan. Saya bayangkan kamu memakai sandal yang norak piliha istrimu, pakai baju kaos berkerah polos yang dengan jaket hitam kumal yang tidak bisa menyimpan perutmu yang semakin membukit. Kubayangkan istrimu memakai baju murahan yang dibeli di pasar Beringharjo, rapi dengan jilbab putih polos yang sudah agak kumal dan dia tidak lagi menggenggam tanganmu dan kau tidak mencoba menunjukkan sisa kemesraan yang kalian punya. Kulihat anakmu, yang menjadi perekat antara kamu dan istrimu, berjalan diantaramu, ceria, tak mengerti bahwa ranjangmu dan istrimu sudah menjadi dingin dan bahwa suatu pagi kamu terbangun dan memandang istrimu dengan perasaan yang lain, tidak lagi cinta yang meletupletup panas membara bergelora, tetapi kamu melihatnya seperti seorang kawan untuk membesarkan anak. Kalian masih berhubungan seks, tetapi ia sudah menjadi rutinitas, itu kewajiban sebab kalian suami istri dan kamu butuh meledakkan spermamu dan istrimu butuh tubuh telanjangmu untuk mencari sisasisa kemesraan masamasa awal kalian menikah dimana seks berlangsung sepanjang minggu. Tidak ada lagi pemanasan yang panjang. Tidak ada kecupan di mata dan hidung dan telinga. Tidak ada lagi woman on top sebab tubuh istrimu sudah membengkak dengan pinggul penuh lemak dan payudara yang tidak lagi kenyal. Pada saat itulah kamu kangen tubuh pacarmu pada masa sma dan waktu kuliah, rindu pada tubuh segar dengan payudara mengkal dan bibir yang haus dan malumalu waktu kau kecup untuk pertamakali tetapi menjadi liar pada kecupan berikutnya sebab kau meninggalkan hangat tubuhmu pada tubuhnya, sebab dia sudah merasakan berat badanmu menimpanya, sebab pada saat itu dia sadar bahwa dia menikmati dominasi kelelakianmu. Pada saat itu dia merasa aman dan memilikimu sepenuhnya. Tidak ada lagi woman on top sebab dengan posisi itu kau seperti dipaksa untuk melihat payudara istrimu yang seperti gumpalan puding yang dimasukkan ke dalam balon lalu digantungkan begitu saja, sebab dengan posisi itu kau seperti dipaksa untuk menyentuh payudara itu yang membikin kau kehilangan ereksi dan merasa menyesal telah menikah.

Saya bayangkan sore akhir pekan itu kamu melihatku duduk dengan headset dan buku di tangan, lima tahun lebih tua dari pertemuan kita terakhir bulan September tahun 2006, tiga hari sebelum hari ulang tahunmu yang ke duapuluh tujuh. Saya juga melihatmu. Kamu tersenyum dan kita bersalaman. Kamu mengenalkan istri dan anakmu dan diamdiam kita melemparkan diri pada masa empat tahun lalu dimana kita membikin perjanjian konyol tentang aku memiliki anak yang dibuahi spermamu.

Hari itu barangkali saya akan cemburu sama istrimu, barangkali juga tidak. Barangkali saya akan pulang ke rumah lalu menonton In the Mood For Love bikinan Wong Kar Wai dan meratapi nasib atau justru kulepas kamu dengan perasaan kosong dan hanya berbisik dalam hati bahwa saya pernah mencintaimu begitu dalam.

Hari ini, saya hanya melihat keluargakeluarga kecil itu melintas, anak yang bahagia dengan orang tua yang menyimpan kelelahan. Satu persatu menuju barat.

050708 @ 11.32

ayo main ke pantai lagi!!!!





di pantai kukup, gunungkidul, jogja (bagus yah)



bersama teman teman, senangnya..



haduh haduh, jangan dong winda..




photo by: mas joe

ziarah



akhirakhir ini saya senang sekali membuka kembali lembaran masa lalu, mengenang masamasa itu melalui banyak hal… blog teman, foto lawas, komentarkomentar gila di balik foto gila, atau sekedar coretan tak beraturan seseorang yang membuat saya tersenyum. ziarah-meminjam istilah teman, adalah kegiatan baru plus mengasyikkan yang membuat harihari saya menjadi lebih bermakna.

kalau saja saya tak pernah mengalami masamasa itu tak akan ada saya yang sekarang. masa lalu sedikit banyak telah memberikan pelajarannya bagi saya, sekaligus membekali saya dengan berbagai senjata untuk menghadapi beberapa keadaan yang mirip, yang dulu pernah saya hadapi, dan selesaikan.

kerinduan itu perlahan muncul,
seperti lirih senandung saras dewi kala menatap lembayung dilangit bali

”bilakah kuhentikan pasir waktu, tak terbangun dari hayal keajaiban ini...oh jingga”

seperti kemarin



Seperti kemarin, ketika kita masih begitu hijau. Berbincang layaknya sahabat karib. Aku dan kamu, ratusan kilometer tapi kita bersama dalam nostalgia masa lalu yang ingin dicuri sedikit untuk kemudian dibagi dan dinikmati.

Kau pernah katakan kita tak akan berpisah meskipun akhirnya kita putuskan tuk pilih arah masingmasing. Disini, didalam hati kita pernah berbagi.

Sesungguhnya kenangan itu masih milik kita sahabat, tak perlu menunggu untuk dicuri


*untuk seorang sahabat, semoga tidak terlalu berlebihan



All The Small Things



Terserah anda mau berpendapat apa, tapi saya merasa senang membahas halhal kecil, atau menulis hal remeh temeh. Coba tengok postingan saya, baik di blog ini maupun blog lama saya. tak ada yang membahas tentang politik timur tengah, atau perekonomian dunia. Entah ya, saya kok merasa tak cukup pintar untuk berpendapat terlalu serius dengan halhal besar. Wawasan saya tak terlalu luas, jadi saya memilih membaca blog temanteman yang pintarpintar saja, daripada meng-compose nya sendiri. Hehe

Terus terang, menarik juga membahas tentang halhal kecil. Pasalnya, halhal ini dekat dengan kehidupan kita—saya, maksudnya. Dan menarik pula bahwa halhal yang sering dikesampingkan ini nyatanya sering sekali malah bikin kita jadi pusing bermingguminggu atau terkagetkaget beberapa menit dan kemudian bernostalgia. Seperti ketika membaca sebuah postingan tibatiba merasa terseret ke sebuah masa lalu yang indah.

Mungkin beberapa orang tak setuju dengan pendapat saya ini. Ya nggak papa.
Saya malah jadi ingat perkataan seorang kenalan.

”wah, blog itu menarik kalau kita bisa dapet hal yang bersifat informatif. Nah, kalau si pemilik sudah mulai bernarsisnarsis diri, sebel gw. Apalagi curhatcurhat”


Saya malahan tak setuju dengan pendapat kenalan saya itu. menurut pengalaman saya saat membaca blog milik orang lain, ternyata tak hanya informasi yang ingin saya peroleh tapi juga cerita yang riil. Pengalamannya mungkin, curhatannya mungkin, atau unegunegnya. Seperti curhatan ketika ditinggal penjual lumpia garagara dikejar kamtib (pedagangnya maksudnya) atau ketika seseorang merasa bosan dengan blognya dan merasa blog adalah media bagi para loser. Dan, taraaaa saya merasa senang membacanya. Seperti baca buku diary temen diemdiem. Kalau cuma mau cari informasi doang bisa aja hubungi Mbah Google. Beres.

Ada beberapa temen blog yang punya kemampuan yang sangat hebat menceritakan pengalaman pribadinya, suer keren! Sampai saya senang sekali mengunjunginya. menyimak apa yang akan dia ceritakan lagi...kadang saya ingin meresponnya, namun kadang juga saya cuma ingin membacanya.

Bukan berarti teman yang membahas hal yang besarbesar dan sangat umum tak menarik bagi saya, cuman saya merasa sedikit kurang nyaman saja. Memang bahasannya bagus dan penting. Tapi tetap saja kadang menimbulkan perasaan aneh. Masalahnya mungkin karena saya merasa kurang personal kali ya. kayak membaca surat kabar saja, atau majalah, atau kolom iklan.

Yah orang kan bedabeda, ya nggak?mungkin tementemen punya pendapat yang jauh berbeda dengan saya, dan menganggap saya tak waras atau apa :P

merindukan senja



Menikmati senja adalah hal yang sangat menyenangkan.

Hal yang selalu saya impikan adalah menikmatinya dari balik pohon di tempat yang tinggi. Mungkin seperti di Hargodumilah atau di kompleks candi Ratu Boko.
Di tepi pantai menanti senja juga hal yang menyenangkan.
Pantai Kukup tetap paling baik, karena saya suka senja dan pasir putih.

Dulu waktu saya masih kecil saya pikir matahari tertelan raksasa.
Dan raksasa yang baik hati akan melepaskannya di saat fajar.
Saya besar.
Saya pikir matahari tidur di pangkuan awan.
Atau mungkin dipanggil ibu matahari pulang.

Saya rindu senja. Melihat matahari beranjak terlelap menorehkan semburat jingga. Indah.

Ah, waktu berlalu begitu saja. Juga senja. Ketika saya lihat keatas, ke bentangan langit maha luas, ia telah meredup. Hilang senja hari ini. Juga senja esok.

Saya sibuk




foto diambil dari: sini

polisi tidur diatas aspal




Ada seorang ahli, saya lupa namanya, pada suatu seminar mengatakan bahwa:

”bangsa Indonesia ini kan lebih paham dan takut pada batu daripada ramburambu”

Saya pikir, benar juga.
Pasalnya saya sendiri mempunyai bukti yang bisa dilihat dengan mata kepala sendiri.Ada sebuah jalan pinggir kampung di dekat kampus Sanata Dharma Jogja yang banyak sekali polisi tidurnya. Ada 11 polisi tidur disepenggal jalan yang tak lebih dari 150m panjangnya.

Kata para warga disekitar, konon banyak anak kecil yang lukaluka tertabrak kendaraan yang lewat dengan kencang, padahal sudah dipasang ramburambu mengurangi kecepatan. Kemudian atas inisiatif warga, mereka membuat beberapa polisi tidur dengan jarak yang agak jauh supaya laju kendaraan tak cukup kencang ketika melintasi jalan tersebut..

Namun ternyata hal itu tidak mengurangi minat para ngebuters untuk memacu kendaraannya. Jadilah para warga sebel abis. Mungkin saking sebelnya mereka akhirnya memutuskan untuk menambah jumlah polisi tidur. Jadilah jalan itu seperti sekarang, kendaraan harus melaju 20km/jam ketika lewat jalan yang merupakan jalan pintas tersebut.

Contoh lain adalah devider atau pembatas jalan. Saya yakin anda sudah paham dengan rambu jalan (verboden, bener gini kan nulisnya??) ‘garis tak putusputus’ yang berarti tidak boleh mendahului. Rambu itu dipasang karena jalan terlalu sempit atau tikungan berbahaya. Namun namanya juga orang Indonesia, ada saja yang melanggar garis tersebut. Walhasil sering terjadi kecelakaan. Mungkin itulah yang membuat si pembuat kebijakan memasang batu pembatas jalan-untuk menggantikan garis pembatas jalan di beberapa ruas jalan jogja yang rawan kecelakaan
Capek deeh.


*Janganjangan para koruptor dan penyuap itu perlu ditimpuk dulu pake batu biar mereka patuh pada peraturan


foto diambil dari: sini

narsis kambuhan

entah esok apakah aku masih mencintaimu



malam ini
untuk kesekian kali aku memandang wajahmu di layar laptop
senyummu masih sama, sayang
masih nampak guratgurat kecemasan yang menghantuimu

apa kau tak yakin?

aku mencintaimu, sungguh
untuk saat ini


kau tanya aku apakah kau yang esok kan kucari?
aku tidak tahu 

kalaulah baik pasti tak akan dijauhkan
jauh bukanlah jarak, karena hati tak memilikinya 
dan hatiku, kamu pemiliknya untuk saat ini
walaupun, katamu juga,
tuhanlah yang membolak balikkan hati umatnya
seperti punyamu yang dijungkirbalikkan kepadaku sekarang ini
entah esok,


tapi esok tak usah kita bahas


*thx to mb cussy

Tentang Sebuah Puisi dari Hati



Saya jadi teringat keinginan saya
Ketika saya berulangtahun, bukanlah sebuah hadiah mahal yang saya inginkan dari pacar saya.
Namun hanya sebuah puisi sederhana
Sebuah puisi dari hati

Naif sekali memang kalau mengingat hal itu. Jaman gini gitu loh, disaat hadiah yang mahal dimaknai sebagai sebuah bentuk perhatian yang lebih besar saya justru menginginkan hal yang lain. Tak tahulah. Mungkin saya sudah terlalu bosan dengan bendabenda. Dan terlalu haus akan bentuk perhatian lain

Bukan puisi yang dipaksakan,
memang terlihat indah tapi sesungguhnya hanya rangkaian katakata kosong melompong.
Bukan pula puisi cengeng berdarahdarah ala dramaqueen.
Saya hanya ingin sebuah suara dari hati, tak perlu ditambal sulam.
Apa adanya.
Tak menuntut pujian
Yang mungkin akan membuat saya menangis karena terharu atau tertawa karena lucu.
Mungkin juga bingung karena tak mengerti.
Tak lebih dari itu...

Tapi saya mungkin kurang beruntung, dari sekian pacar saya terdahulu dan pacar saya sekarang tak pernah ada yang memberikan sebuah puisi dari hati...
atau mungkin belum,

Saya ingin menunggu

masih menggemari senja

cium saya, lalu mari bercinta




provokatif. judul postingan ini mungkin membuat anda cukup bertanyatanya dan penasaran untuk membaca lebih lanjut. kalau ya, berarti anda adalah salah satu orang yang setuju bahwa judul adalah elemen penting dalam menarik pembaca tetap mantengin halaman blog anda dan membaca hingga larik terakhir. apalagi kalau judul itu vulgar dan ada bumbu ‘ehemehem’nya. tambah penasaran bukan?

sangat wajar memang bila kita tertarik akan halhal seputar seksualitas dan kemungkinan interaksi yang terjadi. secara instingtif memang saraf kita merasa geligeli penasaran untuk mengetahui dan menelusur halhal yang ’mengundang’ ini.

ya tidak sih?
reaksi pertama mungkin anda akan menyangkal, tapi tanyakan pada hati kecil, anda akan mengamininya.

kalau anda memang masih membaca sampai larik ini, berarti hipotesis ini benar adanya.
senang sekali..

tips yang sangat berguna untuk memaksa pengunjung membaca postingan anda, bukan?
hehe


foto dari: sini

Pernikahan woyyo nan yahud!



Sabtu kemarin saya datang ke sebuah resepsi pernikahan. Tak seperti resepsi pernikahan yang biasanya saya datangi, yang satu ini terkesan lebih santai. Tapi justru karena itulah makanya suasana akrab antar undangan lebih terasa.

Tidak mengusung adat asal dari kedua mempelai, pernikahan ini malah didominasi dengan Merah Kuning Ijonya Bob Marley. Mulai dari Undangan pernikahan yang didominasi warna hitam, Merah, Kuning, Ijo dan quotation dari lagunya Bob Marley, dress code, band live, sampai pelaminan pun konsisten. Jadinya malah lebih santai dan hidup! Bertempat di Studio Audio Visual Puskat, pernikahan mbak Ete dan Mas Didik ini berlangsung meriah. Pasangan pengantin pun berkeliling dan ngobrol dengan para tamu undangan (mereka tidak dipajang di depan lho ya)

Oh iya, meskipun dalam kartu undangan dicantumkan ’dengan tidak mengurangi rasa hormat tamu undangan diharapkan datang tanpa membawa hadiah, uang atau bunga’ namun ternyata banyak juga yang membawanya. Termasuk saya. Memang, sepertinya membawa hadiah ke resepsi pernikahan sudah menjadi ’budaya’ orang Indonesia ya, hehe.

Sepulang dari sana saya jadi berangan-angan tentang pernikahan saya. Dulu sekali waktu masih kecil saya ingin memakai baju putri raja berwarna putih yang menjuntai sampai beberapa meter serta memakai mahkota ketika menikah.

Setelah agak besar saya tahu bahwa itu sangat mahal, jadi berkebaya saja sudah cukup. Yang penting tercatat lah (sebenarnya saya agak ’gimana’ gitu sama lembaga pernikahan. Emang itu penting ya? hehe). Namun setelah itu saya terobsesi melakukan upacara adat lengkapkap seperti yang dilakukan nenek moyang jaman dahulu kala, tanpa diubah. Garagaranya saya baca buku tentang pernikahan adat yang membuat saya merasa ia sangat agung dan khidmat! Nah lho!



Nah sekarang begini prosesi yang saya inginkan. Ada 4 bagian: Pre-wedding, Wedding, Resepsi, Honeymoon.

Saya menginginkan foto prewed. Menurut saya tempat yang paling bagus untuk berfoto adalah di Bali dan Jogja. Kalau Bali saya mau dapet suasana agungnya, jadi pilihan foto ada pada saat matahari terbit dan terbenam. Kalau Jogja, lebih oke dengan suasana siang dan malam hari. Siang settingnya di pantai, malam di angkringan. Hahahaha

Upacara adat harus ada dan lengkap. Orang saat ini mungkin tidak paham dengan prosesi yang dilakukan, namun menurut saya filosofi di balik itu sangat luhur, jadi harus lengkap.

Dilanjutkan dengan resepsi yang dibagi menjadi 2, resepsi para orang tua dan anakanak muda. Kalau orangtua terserah mereka mau seperti apa, tapi yang jelas resepsi anak muda harus ada live band dan outdoor plus malam hari.

Saya tak pengen honeymoon ketempattempat mahal (bisa berabe kan kalau tak bisa bayar utang buat kawin). Impian saya adalah ber-backpacking ke daerahdaerah di Indonesia. Trus nginepnya di losmen-losmen murah yang bertebaran (biar pernah aja, pengen tahu) dah itu saja..

Yang penting kawin dan bertanggung jawab atas akibat yang terjadi, yoi gitu doang kan? :D

foto 1 dari: sini
foto 2 dari: sini

i don't wanna wait in vain