sekelebatsenja: September 2008

selamat hari raya idul fitri

card from: babeh

to: temanteman yang merayakannya

sebait lagu dan sepotong kenangan

begitu indahnya bait lagu itu atau begitu kuat ingatan sehingga aku serasa dilemparkan kembali ke sebuah masa ketika sebuah hubungan bukanlah sebuah kesepakatan antara dua orang dewasa. masa dimana cinta tak bisa dinegosiasikan, hanya sekedar perasaan membabi buta dalam relung hati.

ia adalah bait sederhana yang tak beranjak dari C Am dan Em. begitu sederhana. namun entah, mungkin saat ini ia begitu pas dengan aku yang rindu akan dirinya yang tertelan bumi. radio pagi tadi memutarnya kembali. untukku, mungkin. entah mungkin juga untuk orang lain karena ia hanya muncul dalam siaran tanpa penyiar, tanpa pesan. hati ini bertanya, inikah kebetulan?

suatu masa bait lagu itu pernah membingkai perasaan menggebugebu anak gadis usia belasan yang belajar mengejar cinta dari seorang pemuda sebaya yang tampaknya tak punya masa depan. gadis kecil itu penasaran akan jatuh cinta, tapi sayang ia tampaknya salah melabuhkan hatinya pada pemuda brengsek yang tukang rayu. gadis kecil itu terlalu polos untuk mengerti dan terlalu takut untuk memupus rasa yang disemainya. ia lebih memilih terluka dan ditinggalkan. ah, gadis kecil itu tampak begitu bodoh dimataku. 

tapi bukan hidup namanya bila tak bisa belajar dari pengalaman. gadis kecil mengusap air matanya dan menggendong luka yang terlanjur menganga di hatinya. gadis kecil butuh waktu berbulanbulan sebelum ia kembali menengadahkan wajahnya dan kembali menatap senja yang menggelayut dibibir siang, menjemput malam yang akan memperlihatkan padanya kembang api. luka hatinya perlahan menutup, ditemani sebait lagu yang terlanjur mengingatkannya pada si pemuda brengsek dan angkasa hitam yang diterangi jutaan cahaya.  

“setulus hati ini kuserahkan kepadamu
sebagai tanda cinta suciku untukku untuk dirimu
begitu tega engkau mempermainkan diriku
tak tahu kini engkau...dimana...”


ya, pemuda brengsek itu menghilang... tanpa pesan dan tanpa lambaian tangan. kalau saja ia sempat menengok ke belakang, ia tak kan sanggup mengenali gadis kecil yang telah beranjak dewasa, yang kuat dan mampu hidup dengan kenangan akan dirinya tanpa menitikkan air mata penyesalan.  

begitulah hidup, senang ada yang bisa dikenang dari masa lalu. 

just a little bit tentang kulo

(judul yang cukup aneh: gadogado inggris-indonesia-jawa)

kemarin saya dapet limpahan pertanyaan tentang kebiasaan dan diri saya dari ciamis manis dan mas fery gustian. 
batin saya, duh salah saya apa kok ya kecipratan juga nih model beginian..*lebay*

“tentang saya” ini harus dituangkan dalam 10 poin. duh, bingung kan saya jadinya…padahal kebiasaan dan yang saya suka kan banyak banget. kebanyakan jelekjelek. ya sudah sekarang saya coba mendeskripsikan, tapi saya sebutkan yang bagusbagus aja ya..gak bole protes..

saya:
1. suka sekali sama hitam. soalnya warna hitam itu seksi... makanya kulit saya juga ikutikutan hitam, soalnya biar saya dikira seksi (padahal enggak, dasarnya saja saya yang item dari orok)

2. punya pekerjaan impian sebagai HAPPY TRAVELER. mengelilingi bumi dan menginap di losmenlosmen murah di segala penjuru dunia. trus punya side job sebagai jurnalis dan dosen spesialis teleconference (maksa banget ya)

3. pemilih. terutama memilih barang. jarang belanja, tapi sekalinya belanja lamaaaa sekali. pernah suatu hari dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore mengubekubek malioboro demi sepasang sandal.

4. tidak suka dengan gelap. gelap beda lho ya dengan hitam (poin satu diatas) meski terlihat agak kontradiktif. saya tidak suka gelap karena dalam gelap saya tak bisa melihat dan meraba sekitar, makanya kalau saya tidur pakai lampu 5 watt, kecuali kalau ada temannya.

5. senang sekali membaca buku. kegemaran dari kecil. tapi kalo bukunya tak bagusbagus amat pasti langsung saya buang, jual lagi atau saya kasih ke teman. senang juga koleksi buku, tapi sering juga beli buku karena teman juga baca, atau berasa keren aja kalo membaca buku itu, padahal blas gak ada yang ngerti isinya. kalau udah begitu pasti bawaannya nyesel.

6. takut sekali dengan ular. pokoknya tak ingin berurusan dengan ular. dulu waktu SMP pernah coba ikut klub pecinta ular. tak bertahan lama. tetap saja takut!

7. doyan sekali sama FOTO. sukanya ngikutin teman yang hobi jeprat jepret. mau deh jadi model gratis. meski gak secakep model, bolehlah..kan masih ada adobe photoshop, jadi cantik deh saya. selain difoto, suka gayagayaan coba memotret. amatir gitu lah.. oh iya, doyan juga sama coklat dan segala turunannya; susu coklat, kue coklat, puding coklat, es krim coklat. kalo ke toko cari makanan, pasti cari yang isi coklatcoklatnya. 

8. waktu kecil pernah menempelkan lidahnya di freezer hanya untuk membuktikan bahwa FREEZER ITU LENGKET! akhirnya jadi berdarahdarah, maklum baru punya kulkas pertama kalinya. selain itu juga pernah ngemut setrikaan panas, garagaranya dibilang setrika itu enak. walhasil bibir jadi monyong dan melepuh. nangis hebat. ke dokter dan pulangnya dikasih REDOXON, gak nangis lagi..malah seneng (jangan pernah ngerjain anak kecil!). trus waktu kecil juga takut dengan ORANG GENDUT (padahal nenek saya gendut, pakde gendut, om gendut, tetangga gendut, anak kost gendut. hah susah) dan bunyi kerincing sate madura yang sering keliling malam hari (mengingatkan pada suarasuara misterius di serial si manis jembatan ancol)

9. lebih sering main dengan para makhluk berjakun (tapi seringan ditinggal dan dicueki sama mereka karena cewek sendiri). kalau dihitunghitung banyakan teman pria 3 banding 1 lah..

10. paling senang disuruh ngisi formulir dan tanda tangan. palagi kalo abis tandatangan dapet duit. tapi bukan formulir undian, trus juga bukan formulir pertanyaan kayak gini, hehe

eh, ada juga award dari bli de. katanya sih saya sahabat baiknya, padahal kayaknya lebih sering diusili, dianiaya trus diketawain deh...hehe eniwe thanks ya..(besok saya mau bikin award THE MOST USIL BIN JAHIL BLOGGER EVER ah, trus nomer satu tak kasih bli de. Siap siap aja deh..cayo!!!)

kalo ndak saya terusin ndak apaapa to? saya bingung mau ngasih kesiapa. lagian saya juga lagi males ngelempar apaapa..jadi ndak papa ya masmas sekalian ^-^ besok kalo mood saya buat ngelemparngelempar kambuh, baru deh saya terusin, hehe

para SPG dan seorang bapak tua di belokan jalan

semalam saya pergi berbelanja ke sebuah department store di sebuah mall. karena menjelang hari raya, mereka membuka tokonya sampai pukul 22.30. saya jadi punya kesempatan berbelanja lebih longgar tanpa khawatir toko akan segera tutup. saya datang pukul 19.30 dan menghabiskan waktu 3 jam untuk memilih sebuah baju.

gila bila dipikir, waktu 3 jam begitu saja saya hamburkan. tapi mengingat sepanjang bulan saya tak berlehaleha, berbelanja dan membeli apapun, rasanya pantas saja saya menghadiahi diri sendiri waktu selama 3 jam untuk bersantai dan memilih apa yang saya suka.

senang pada awalnya.
karena saya memang senang menghabiskan waktu, berbelanja dan memilih.
tapi tidak, begitu saya tersadar dan melihat ada sekitar 3 orang SPG di dekat kassa berdiri dengan kepayahan karena teramat lelah,
berseragam hitamhitam dengan make up modus malam dan mata yang mengantuk hebat plus bonus senyum yang dipaksakan.

saya merasa tak enak hati.
merasa telah membuat mereka menunggu (meskipun toh bila saya cuma menghabiskan 1 jam berbelanja mereka akan tetap berdiri disana sampai pukul 22.30)
hati ini merasa bersalah...
entah, mungkin tak seharusnya begitu
seharusnya saya bisa saja berlalu dan tak begitu memikirkan hal ini karena telah menjadi kewajiban mereka untuk bekerja sampai akhir jam kerja.
tapi saya tak bisa...
saya tetap merasa bersalah

saya pun membayar dan memberikan senyuman saya yang paling lebar
mencoba mengatasi rasa bersalah

jam 22:45
perasaan bersalah terus berkecamuk
saya menuju parkiran di basement. tinggal dua buah mobil diparkir.
salah satunya mobil saya.
perasaan itu tak berkurang, malah bertambah.
saya melihat dua orang bapak penjaga parkir terkantuk-kantuk di mejanya..
merasa bersalah
ada apa dengan saya?

sepanjang jalan pulang saya berpikir: kasihan sekali mereka, harus bekerja ekstra dari hari biasanya demi menunggui customer (seperti saya) yang suka menghabiskan waktunya berlamalama untuk berbelanja.

tak hanya itu.
di jalan pulang saya mampir sebentar di sebuah warung untuk membeli gudheg ayam telor.
mereka biasa buka menjelang tengah malam.
saya tak makan disana, tapi dibawa pulang

gudheg sudah ditangan, saya melangkah menuju mobil
sejurus saya melihat gerobak satusatunya yang masih tinggal, gerobak bapak tua penjual kacang dan jagung rebus
ah, saya kepingin jagung dan kedelai rebus!
melangkahlah saya menghampirinya, bapak tua yang umurnya sekitar 75 tahun.

saya tanya ”kok bapak masih jualan jam segini?”
(saat itu jam menunjukkan pukul 23.15)
bapak itu menjawab dengan polos: ”iya mbak, saya nunggu mas-mas tadi. katanya mas-nya mau balik sini. tadi bilang sama saya mau beli jagung, katanya mau ambil uang dulu. kalo saya pulang, kasian nanti mas-nya gak jadi makan jagung. jadi saya tunggu dulu”

hah, deja vu?

tak kenal, siapa sih?



 

poem of friendship and awards :)

bulan ini saya mendapat poem of friendship dan 2 award sekaligus!!

1# yang pertama

terharu waktu dapet poem of friendship dari sahabat saya, cah pesisiran.....harusnya sih diterusin, cuman sekarang masih bingung mau dikasiin ke siapa, jadi di post dulu kali ya...dipajang untuk beberapa hari 

*to cah pesisiran: maap ya baru ku-post, hihihi*

We need friends for many reasons,

all throughout the season.
We need friends to comfort us
when we are sad,
and to have fun with us when we are glad.

We need friends to give us good advice,
We need someone we can count on,
and treat us nice.

We need friends to remember us
one we have passed

sharing memories that will always last.

bagus ya puisinya......^-^

2# yang kedua

award dari sahabat saya wendra wijaya yang sedang menyepi disana, *tapi aku bisa melihatmu wen..hehe*. thanks for everything ya wen, i mean it!


harusnya sih diterusin juga, cuman saya masih bingung juga deh..jadi dipajang dulu aja ya hehehe

3# yang ketiga:

dapet award dari sahabat saya, mbak cantik bernama dee . seneng deh dapet award dari dee ini.....awardnya cakep bangeeeettt lho, kayak yang ngasih  ^-^

thanks a lot ya dee

harusnya sih diterusin juga, tapi berhubung saya lagi pusing neh..jadi daripada bingung mending di pending dulu kali ya hehehe

to temanteman: maaf saya belom sempat blogwalking dan menyapa temanteman seperti biasanya. urusan saya di dunia nyata masih seabreg dan harus segera di selesaikan. maaf ya...hiks, doakan saya cepat kembali. pusing neh hahaha

kado hari jadi

hari ini, 22 tahun yang lalu mungkin kedua orangtua saya senang dengan hadirnya putri pertama mereka. saya tak tahu pasti. tapi biasanya begitu kan? kehadiran seseorang ke dunia disambut dengan sukacita dan harapan. harapan akan kehidupan si bayi mungil yang lebih baik daripada mereka.

 
hari ini 22 tahun kemudian, saya berdiri dikaki langit dimana matahari semakin terasa menyengat saja di kulit kepala, merayakan hari jadi. perasaan bahagia membuncah di dada saya. bahagia karena saya masih bisa bernapas dengan lega. berada disekeliling orangorang yang saya cintai, dan mencintai saya. 

tak ada perayaan istimewa, karena begitulah adanya. saya tak pernah punya pesta di hari jadi. mungkin hanya sekali saja, ketika saya umur 4 tahun dan tak begitu peduli dengan keriuhan pesta kecuali tumpukan hadiah yang menggunung. 

sekarang saya masih tak begitu peduli dengan pesta hari jadi yang penuh dengan haha hihi dan pembicaraan basabasi. yang saya inginkan adalah berkumpul dengan orang yang saya cintai, dan merasakan betapa detak jantung saya seiring dengan doa yang mereka ucapkan dan cinta yang mereka berikan dengan tulus. 

thanks to you for the love and prayers in every single second of my life


saya bersyukur menjadi saya yang sekarang. bila kelak saya dilahirkan kembali, dan diberikan pilihan sekehendak hati, saya ingin tetap menjadi saya.

selamat hari jadi untuk saya! 

maus

I’m working on my graduating paper now. Discouraged, under-stress, time limited, I have simplified it from its own original questions. As long as i can submit it this month and get the exam next month I have nothing to complain. I’ll finish the real project later on.

I need to graduate in November since being an undergrad too long is no good (That’s what Dad and Mom says, almost an imperative). A scholarship application is waiting in February and I still need time to make a theses proposal. Hopefully the time left between November and February will be enough to make a decent proposal on—I’m not sure, can it off.

To share my grad paper’s discussion a little—so don’t go anywhere yet. You may help me with this—it is actually an analysis on factors that render a movement in a cultural escalator. Cultural escalator, we know, is a term coined by Stuart Hall to address the phenomenon of different reception of works (cultural product like art) in different eras. For instance, Shakespearean drama in the 16th century was a popular work while now it is an esoteric canon. So was Charles Dickens’ works written in 19th century which in the present have the same fate. This is the moving up in a cultural escalator. The moving down is Pavarotti’s on Puccini’s Nessun Dorma and Mondrian’s motives on Converse shoes i think.

But I’m not analysing all them. I got Art Spiegelman’s Maus on my table instead. Maus managed to win the Pulitzer Prize for Special Citation-Letter in 1992. A year previously it entered the Museum of Modern Art with “Project: Art Spiegelman” an exhibition of drawings in the book. Maus phenomenon is quite revolutionary since the fact that it is formally a work with popular charcteristic (read: kitsch) but nevertheless could be accepted in the circle of canonical masterpiece.

When today you find that The New York Review of Books has special reviews on the so called graphic novels, or now you read Marjan Satrapi’s Persepolis with some sense of literary awareness (maybe Joe Sacco’s Palestine as well) and getting more familiar or bothered with the ever-increasing population of non-children comics in the nearest Gramedia bookstore, it all owe Maus success to some degree or another. 

But for the time being, since I’m severely discouraged, let me just chill out a little with that Smooth Escape and a few bottles of beer.

dicopy paste dari sini

aku sedang sedih

pacarku sakit. 

aku sedih...

maaf temanteman kalo aku gak bisa jalanjalan kerumah tementemen seperti biasanya karena aku lagi nungguin pacarku sayank sakit dirumah sakit..semoga dia lekas sembuh. sedih melihatnya lemas dan lunglai di tempat tidur begitu....

get well soon, hunny!!

goodnight moon-shivaree

saya lagi seneng denger lagunya shivaree: goodnight moon...

OST Kill Bill 2-nya Quentin Tarantino yang seleranya emang gak jauhjauh dari darah. ya tetep pilem yang dihasilkannya pilem berdarahdarah, ciatciat dan mutilasi, hehehe

ada satu quote si bill:

bill: Do you find me sadistic? You know, Kiddo, I'd like to believe that you're aware enough even now to know that there's nothing sadistic in my actions. At this moment, this is me at my most masochistic. (HA? sumpe looo)

*lah kok malah ngomentarin Kill Bill nya to ya..

lagu shivaree yang ini dijamin enak bangeed lah...pokoknya tancaaaaaapppp 


menurut lo cantik dian sastro atau luna maya?

”menurut lo cantik dian sastro atau luna maya?”

cantik.
ukuran yang kerap dilontarkan kepada perempuan, yang sekaligus menentukan jenjang ’eksistensi’nya sebagai perempuan. maksudnya, si a adalah perempuan cantik, makanya ia terkenal, sementara si b tidak cantik, pantes gak ada yang nyari.

ingat, sebagai perempuan. bukan sebagai manusia, karena kadang perempuan di-tidak-sama-kan dengan manusia.
misal ketika perempuan ketahuan kentut ketika sedang bersama seorang pria. pria itu dengan gaya sok berkata ”kamu perempuan bukan sih?”
oh ya? trus kenapa kalau perempuan kentut?
perempuan kan juga manusia.

kembali lagi ke masalah ”cantik”

segitu hebatnya kah sihir label cantik?
definisi cantik yang kerap dilabelkan pada fisik perempuan. warna putih kulit, badan tinggi, ukuran pinggang mini, ukuran beha jumbo, atau bokong tebal.

makanya tak jarang jika kita lebih senang mengkaitkan kecantikan luna maya dengan sorot mata sendunya atau dian sastro dengan senyum manisnya daripada luna maya yang duta apalah dan dian sastro yang belajar filsafat.

Sebatas itukah definisi cantik?


*btw, jawaban pertanyaan paling atas apaan ya? du du du du*

kaliurang



kaliurang menawarkan rengkuhannya yang sedingin batu kali.
mengobati seteguk rindu.yang dilupakan
lama sudah tak bersua dengannya, ia berubah.
rumput masih sama hijau namun nyata ia bersolek dalam keriuhan tawa.

ah, kamu kaliurang...cintaku tertambat untuk terus kembali


agustus 2008
*gak nyambung sama potonya biarin dah, hehe*

meracau tak jelas

kau yang ada disana. kau ingat ketika kita pertama berjumpa? saat itu hujan jarang turun dikotaku. mungkin juga di pulaumu.

ya, pulaumu. aku selalu menjaga ingatan akan pulaumu. kangen mendengar tetabuhan di pagi yang beku. entah, sudah berapa purnama kulewatkan. begitu berjarak aku dengannya sekarang. kami tak lagi pasangan intim yang menghabiskan malammalam tanpa bintang dengan bercinta dan mendengarkan nyanyian cengeng.

ah, aku mulai meracau. sama seperti pertama kali ku singgah di rumahmu yang lalu. berceloteh tak karuan kesana kemari. mungkin kau menggumam, ’siapakah ini pengembara aneh yang sok tahu’. aku mencaci dan berteriak. tapi kau terlalu baik, kau mempersilahkanku masuk. kemudian kita bertiga: aku, kau dan senja yang menggantung saling tersenyum, sambil sesekali menuang teh yang kau hidangkan. kita bercerita tentang hidup yang menurutmu tak lagi bersahabat.

itu dulu. sebelum kau ayunkan kaki ke peraduan hitam pekatmu. sebelum kau sibuk mengukur langkahlangkah besarmu, sebelum kau terlalu sibuk di tiap persinggahanmu, sebelum kau sibuk dengan mereka yang baru.

aku. dari kejauhan. melihat mereka, sama sepertiku. kau sambut dengan senyum lebar dan jabat hangat. sama sepertiku dulu. jadilah kini rumahmu kian ramai. aku turut senang.
tapi kau tahu? aku merasa tak lagi begitu mengenalmu.

seperti aku dan pulaumu yang berjarak.

maaf, mungkin tak seharusnya aku menuliskan ini. mungkin tak seharusnya aku menghantuimu dengan pikiranpikiran burukku. kau terlalu baik, padaku dan pada mereka.

kau yang ada disana. kalaulah masih sudi mendengar keluh kesahku di pagi beku ini, aku berterima kasih. aku tak minta banyak, aku tak bisa memberi banyak. aku hanya ingin berbisik, meski tak dapat terdengar oleh telingamu


to: kau tahu kau siapa
jangan terlalu diambil hati, aku tak apa

pus, si pengembara



barubaru ini ada tamu datang kerumah saya. namanya pus. ah, saya hanya sok tahu saja. saya tak tahu nama sebenarnya. yang saya tahu ia pengembara yang berjuang untuk hidup. saya tak tahu darimana ia berasal. kalaulah dulu ia punya rumah, mungkin rumahnya itu ia tinggalkan karena tak lagi hangat kepadanya.

pus, begitu ia menoleh ketika dipanggil. pertamakali kami berjumpa di belokan gang rumah. ia menyusuri jalan di siang yang terik dan berdebu. langkahnya gontai dan kurang bersemangat. kepalanya menunduk lesu, kombinasi lapar dan lelah. ’capek’, batinnya. sesekali ia berhenti untuk mengamati orangorang yang sibuk lalu lalang dengan pikiran dikepala mereka masingmasing. tak ada yang sempat bertegur sapa dengannya, atau sekedar menoleh tersenyum.

begitu juga saya. saya terlalu sibuk dengan perhitunganperhitungan abstrak dan kemungkinankemungkinan yang masih bisa disiasati. tapi beruntung saya sempat menengok dan tersenyum padanya. saya masih ingat ia memandang dengan polos penuh keingintahuan. tapi masa iya begitu?saya tak sempat menanyai perasaannya ketika melihat saya karena saya sudah keburu tancap gas.

pus lapar. tapi beruntung ia mengetuk pintu sebuah rumah yang kebetulan ada penghuninya. padahal rumah itu selalu kosong sepanjang hari. biasanya ketika malam memeluk senja barulah penghuninya datang satu persatu. dari seorang ayah yang lelah, seorang ibu yang senewen, seorang kakak yang cemas dan seorang adik yang cerewet.
tapi hari itu semua penghuni ada dikamar masingmasing.

saya membuka pintu, mengamati wajahnya, mencoba mengenalinya. tidak. saya tak ingat dia sepenuhnya meskipun potonganpotongan ingatan itu terus menghujami kepala saya. sepertinya kami pernah saling bertatap. tapi entah dimana. seperti kami sudah mengenal satu sama lain.

pus tak berkata apapun, hanya menatap saya. saya tak tahu harus berbuat apa. haruskah saya mempersilahkannya masuk?atau tegakah saya mengusir pengembara lapar ini? tidak. saya tak cukup tega menolaknya.

ia tinggal dengan kami sekarang. meskipun ia tak memiliki sebuah kamar. rumah kami kecil. tak muat satu kamar lagi untuknya. ia boleh tinggal diberanda kami. dengan sebuah syarat. tak boleh berbuat macammacam.

pus, mungkinkah kita pernah berjumpa?
mungkin dalam pengembaraanku yang terdahulu?

dia yang selalu invisible

semua orang menyebutnya. mata telinga dan perhatian menghujam ke sosoknya. juru warta memburunya. tapi ia memilih untuk tak terlihat. dimanapun. ia bersembunyi dibalik kursi, mencoba meniru warna pot bunga, mengabur bersama embun jam setengah enam pagi.

mungkin ia lelah. mungkin ia hanya tak ingin diketahui. mungkin ia merasa kehilangan sudut kamarmandi tempat ia biasa beronani tanpa seorangpun perlu membahasnya dalam berita pagi.

ia memilih untuk tak terlihat.

terlalu bosan dengan pembicaraan basabasi. tersenyum tanpa arti. menyapa tanpa maksud. lelah dengan keharusan yang menjadi kebiasaan. pada setiap orang yang belum tentu ingin ia kenal. yang datang dengan segala bentuk keingintahuan untuk mengenalnya.

mungkin ia butuh waktu untuk sendiri.
sendiri menikmati dirinya.
menikmati lelahnya dan segala sumpah serapah yang memenuhi kepalanya.

tapi suatu ketika ia menemui saya. enggan berbagi memang, hanya menyapa. jujur saya tak punya bayangan tentangnya sedikitpun. tapi saya tak peduli ia terkenal atau hanya purapura terkenal. hanya perkataan menyakitkan yang ia tinggalkan beberapa saat lalu masih membekas dipikiran saya. ia datang tanpa angin dan petir. tak terlalu dramatis. begitu saja. ia menyapa saya dan saya balas menyapanya. sejak perjumpaan kami ia tak terlalu istimewa. biasa saja. bukan, bukan karena saya marah padanya. lebih karena memang tak ada hal yang istimewa yang menjadi perdebatan kami selain cerita tentang perjalanannya yang selalu ingin saya simak dan dengarkan.

ia selalu memilih untuk invisible. bahkan sejak pertama kali kami bertemu. akhirakhir ini saya tahu bahwa rumahnya telah dirobohkan, dikubur, dimampuskan.

mengapa?
entah
mungkin ia ingin rumahnya ada didalam hati, seperti para pertapa yang bijaksana.


to:dia yang selalu invisible, semoga sangat tidak berlebihan.

ngintip



menikah?



23:55
saya mendengarkan komposisi musik canon-in-d nya pachelbel sambil menerawang jauh. seketika pikiran saya tertumbuk pada sebuah bayangan. pernikahan.
memang tak ada hubungannya komposisi ini dengan pernikahan, tapi entah, tone sedihnya membuat saya berpikir tentang pernikahan.

bukan, bukan berarti pernikahan adalah sebuah kesedihan yang harus ditangisi.

saya hanya membayangkan apakah hidup saya akan berubah jauh jika kelak saya menikah?apakah saya masih bisa bangun tengah malam untuk sekedar menceritakan perasaan saya dilayar laptop?apakah saya masih bisa menulis di blog seperti ini?apakah saya tidak akan punya kehidupan pribadi lagi?ah, pikiran buruk. mungkin saja tidak,

mungkin saya hanya drama queen yang insomnia dan lelah.

tapi sungguhlah besar keputusan yang diambil oleh seorang yang berani menikah. apalagi diusia muda seumuran saya. saya pikir beban seakan tibatiba saja dijatuhkan dipangkuan. bukankah mengurusi diri sendiri dan keluarga bukanlah hal yang mudah. sering saya mengamati, sahabatsahabat saya yang sudah menikah tibatiba berubah menjadi seperti 10 tahun lebih tua, tua physically. sorot mata mereka tampak lelah dan tak lagi ceria. seakan menyimpan derita. akankah saya seperti itu?

lagilagi pikiran buruk yang tak beralasan.

barangkali saya hanya lihat dari satu sisi, bukankah kata orang hidup ini seperti 2 sisi mata uang, ketika satu sisi terbuka sisi yang lain tak terlihat. barangkali seperti itu. barangkali saya terlalu cepat menyimpulkan sesuatu.
barangkali pernikahan adalah kenikmatan di setiap detik.

saya bisa tidur dengan pacar saya dan tak ada seorangpun berteriak dan menggedor pintu.

ah, mungkin jika saya ganti dengan
i will follow you into the dark-nya death cab for cutie
perasaan saya jadi lebih baik.

selamat berpuasa




selamat berpuasa bagi temanteman yang menjalankannya :) 

foto diambil disini