sekelebatsenja: secunderabad: ketika hujan

secunderabad: ketika hujan

ada yang menarik saat saya melewati secunderabad, kota industri dan perdagangan supersibuk di utara hyderabad. teringat tulisan suketu mehta (kalau tidak salah) dalam maximum city, tentang mumbay tempat campur aduknya beraneka ragam manusia. ya, saya merasa jadi saksi mata di buku itu, cuman kali ini settingnya dipindah ke timur mumbay. saya berdua saja dengan kawan, menjelajah sepenggal kecil jalanan india.


saat itu pukul setengah tujuh malam. hujan turun deras. saya dan seorang kawan perempuan berdiri di bawah payung hitam di pinggir jalan. kami berdua menunggu auto lewat. sudah beberapa yang berlalu begitu saja, beberapa berhenti. saya bertanya "kitna paisa, baya? to seethaphal mandi over the bridge? maklum ne?" (berapa duit, bang? ke seethaphal mandi setelah jembatan? tahu gak?") dia kemudian menjawab "150 rupees".

ah, apa apaan nih, harusnya berdua cuma sekitar 40 rupees ya, 50 lah kalau hujan. saya pun menggeleng "hare baya. nehi, baya. 50 rupees? tike?"(weleh, bang. nggak dong. 50 rupees. oke?). dia tak mau. begitu juga beberapa auto setelahnya. "jaldi jaldi" kata saya sambil membuat gerakan tangan menyuruhnya pergi.
fyuh..

akhirnya kami menemukan seorang tukang auto yang bisa dirayu. meski sampai di atas auto masih eyel-eyelan dengan bahasa hindi saya yang sangat minimal. dia minta 60, saya ngotot 50. jadilah dia menggerundel tak jelas sambil menyetir auto di bawah guyuran hujan yang lebat.

hujan membuat secunderabad terasa sangat jorok. air menggenang di manamana. sampah berserakan. ribuan orang dengan berbagai rupa berjalan tergesa, mengejar bis yang tak berhenti dengan sempurna. macet di perempatan karena bis besar menghalangi mobilmobil baru-tapi-tak-mulus yang ingin melintas. saat seperti ini rasanya saya ingin ber-apparate dan muncul di jalanan jogja, yang meski tak bisa dibilang tertib, tapi paling tidak lebih teratur.


saat hujan dan kacau seperti ini, saya jadi teringat jakarta!


seorang pejalan kaki berkulit gelap dan tinggi tegap yang dari pakaiannya saya duga baru pulang dari kerja menenteng sebuah tas hitam yang dibungkus plastik putih, tak ketinggalan kepalanya pun ikut dibungkus plastik. dia tak membawa payung atau jas hujan. mungkin saja dia tak punya. mungkin juga lupa membawa. yang jelas badannya basah. di depan dia saya melihat 3 orang perempuan mengenakan saree warna ungu, hijau dan merah muda. masingmasing membawa tas tangan yang tak dibungkus plastik. yang mencuri perhatian saya adalah roncean melati yang ada di rambut mereka bergelayut basah. jadi agak layu. saya duga mereka adalah pegawai juga.


auto berjalan tertahan, menyusuri tirai manusiamanusia yang jumlahnya bikin pusing. blooming of people! ingin saya teriakkan katakata itu. lumayan pusing kepala ini menyadari bahwa saat ini mata saya seperti dijejali gambargambar kabur yang bertumpukan.manusiamanusia dengan wajah beraneka dengan pakaian warnawarni, basah karena hujan. air berwarna cokelat, tempat sampah yang kepenuhan dan sekarang isinya kemanamana karena ditarik oleh sapisapi yang sedang mengais makanan. "arrrrrrrgh!"

ya, saya sedang di secunderabad. tempat orangorang bekerja di dalam gedunggedung tua peninggalan inggris yang bagian depannya telah disulap sangat modern. dan saya sedang di secunderabad ketika gedunggedung tua itu memuntahkan semua muatan tubuhnya, dan mencecerkannya di jalanan, di haltehalte, di persimpangan, di tempattempat pemujaan yang ada di semua ruas jalan.

masih tempat yang sama di mana orang bermobil keluaran terbaru jumlahnya hampir sebanding dengan yang mengejar (dan kadang, ketika sedang tak beruntung: terseret) bis. tempat yang sama dimana para pemuda tanggung mendengar dil le ke dari Ipod dan seorang nenek tua berjalan tergopoh, meminta uang dan belas kasihan pada setiap orang yang lewat . tempat yang sama dimana preman berbadan kekar sedang mengencingi pagar yang ditulisi “do not pass urine, penalty 200 rupees” sementara melintas di sebelahnya (mungkin) segerombolan programmer sedang berdiskusi sengit dalam bahasa inggris tentang coding dan rencana menghadapi perusahaan saingan. Tempat yang sama dimana seorang perempuan bisa saja tampil dalam pakaian gemerlapan macam penari ular atau anggun dengan saree hitam yang menampakkan sebagian perut. semuanya tampak kontras dan ganjil di mata saya, seorang penumpang auto kuning yang kebetulan tak begitu punya banyak hal yang dipikirkan.


tampak kontras dan ganjil. seperti gedung tua dan jalanan becek dengan lampu terang benderang dan display mewah. hanya saja semua gambar itu tampak basah. hujan tengah membalut mereka semua dalam kebasahan total. dingin dan lengket.


auto terus saja merambati jalanjalan yang telah saya kenal. beberapa kali sempat melewati jalan yang pertama kali saya lewati, menghindari kemacetan rupanya. namun sepertinya sama saja. perjalanan jadi lebih lama karena jalanjalan kecil lagilagi dipadati manusia. tapi saya yakin, auto berjalan di jalur yang benar. kompas alami saya mengatakan arah timur. sebentar lagi saya sampai dekat jembatan layang. kawan saya memberitahu toko tempat dia membeli aneka rasa kue dan pastry beberapa hari yang lalu. ternyata tempatnya bagus dan bersih. saya rasa saya akan ke sana besokbesok.


rombongan kecil dalam auto telah sampai hyderabad. tepatnya seethaphal mandi, lingkar luar kota yang lebih sunyi dan tampak lebih religius. jauh dari pusat kota dimana ritual keagamaan berjalan pada saat yang sama dimana beberapa bar memasang pengumuman “ladies night: free welcome drink”. tak lupa di seperempat akhir ruas jembatan layang saya menengok sebelah kiri, mencoba mencari dan mengingat di mana letak toko tawakal, yang seorang penjaga tokonya adalah seorang anak lugu, mempunyai mata mirip salman khan, kebetulan bernama salman khan, berusia 12 tahun, tak bersekolah, dan hanya bisa berbahasa telugu, bahasa ibunya. tentu saja, saya tak tahu apakah anak kecil itu ada di sana, bahkan atap toko itu pun tak bisa saya lihat. semuanya dikaburkan hujan yang masih saja deras.


cringcring, 2 buah logam 2 rupees dan sebuah logam1 rupees beradu. mereka saya jatuhkan di telapak tangan tukang auto, menyertai uang kertas 50 rupees, bergambar mbah gandhi berwarna ungu.


hari ini berdua, besok harus berani sendiri.



catatan: hyderabad-secunderabad: kota kembar. secunderabad di utara, hyderabad di selatan

9 komentar:

Sayoga said...

ditunggi foto2nya win, sepertinya sangat menarik hujan dan pakain yang warna warni itu fotonya steve bangetttt

Taufik Al Mubarak said...
This comment has been removed by the author.
Taufik Al Mubarak said...

salam kenal ya...blognya hitam banget...jngn lupa berkunjung ke http://jumpueng.blogspot.com

akuhayu said...

ceritamu di India, bikin aku tambah sirik aja Win, arghhhhhh ;p

wendra wijaya said...

caramu berkisah memang membuat orang selalu tertarik membacanya, sobat.. Ingat foto-fotonya..

Obat Perangsang Wanita said...

OBAT PERANGSANG WANITA
Sex Drops Cair
Potenzol Cair
Perangsang Jel
Red Spider Cair
Viagra Cair
DH2O Cair
Blue Wizard Cair
Black Ant Cair
Spanish Fly Cair
Spanish Fly D5
Obat Plant Vigra
Permen Ailida
Permen Karet Perangsang
Perangsang Serbuk
Black Ant Serbuk

ALAT PEMBESAR PENIS
Pro Extender
Vakum Pompa Penis

OBAT PEMBESAR PENIS
Neosize XL
Vigrx Plus
Vimax

OBAT MANDUL
Obat Penyubur Sperma
Obat Penyubur Kandungan
Obat Penambah Sperma

PEMBESAR PAYUDARA
Vakum Pompa Payudara

Obat Perangsang Wanita said...

SEX TOYS PRIA
Vagina Getar Suara
Vagina Ngangkang Getar Suara

SEX TOYS WANITA
Penis Tempel Manual
Penis Maju Mundur Putar
Vibrator Lipstik
Penis Sakky Elektrik
Penis Kelabang

OBAT tAHAN LAMA
Maximum Powerfull
Africa Black Ant Kapsul
Procomil Spray
Darling
Stud 007

Anita Tri Ulina said...

Wonder Full. Semoga allah swt akan selalu mempermudah hambanya. Insya Allah Sukses Selalu. Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini :
Toko Online HerbalKing Obat HerbalGudang Obat HerbalJual Obat HerbalJual HerbalJual Produk HerbalJual Herbal MurahHerbal BandungProduk HerbalHerbal HabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwarePenyakitObatbusinesKesehatanHot NewsDownload E-bookKhasiat dan ManfaatHidup SehatDokter HerbalPenyakit

Anita Tri Ulina said...

Insya Allah Sukses Selalu. Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini :
Toko Online HerbalKing Obat HerbalGudang Obat HerbalJual Obat HerbalJual HerbalJual Produk HerbalJual Herbal MurahHerbal BandungProduk HerbalHerbal HabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwarePenyakitObatbusinesKesehatanHot NewsDownload E-bookKhasiat dan ManfaatHidup SehatDokter HerbalPenyakit