sekelebatsenja: March 2009

rejang dewa di prambanan



duh saya rindu

tadi saya tak sengaja memandang bintang di atas langit jogja, ternyata muncul banyak sekali. saya terkejut dan kaget. entah apa memang setiap malam bintang terlihat begitu banyak berkilauan dan saya terlalu cuek melewatkannya, saya tak begitu tahu. 

yang jelas tebaran bintang yang tak sengaja saya lihat itu sudah bawa ingatan saya kembali. ingatan tentang perjalanan 2 jam di kegelapan setiap malam, menembus hutan jati yang lebat dan sunyi, meniti hatihati jalan kecil yang mirip sungai yang dikeringkan daripada jalanan, memandang bintang yang terasa lebih terang dan besar di kegelapan total, di atas rumpun pepohonan jati, di puncak tertinggi perbukitan.

apakah saya rindu?
ya, saya rindu saat itu dan seketika mencintai saatsaat dimana kesunyian terasa sangat erat mendekap.
 
beginilah yang sering dikatakan orang, rasa mencintai itu akan terasa lebih besar ketika kita tak lagi bisa dekat dengannya [siapapun…apapun]..dan hanya bisa mengenang dengan senyum kecil yang tersungging tulus…
dari lubuk hati.

duh, saya rindu benar

been there

sekaten


borobudur



kota tua