sekelebatsenja: June 2009

pantai oh oh

benarbenar sedang ingin ke pantai. oke, aku tak begitu suka pasir pantai yang berwarna gelap. aku suka pasir pantai yang terang. aku tak suka pantai yang penuh beting.aku lebih suka yang polos saja. aku suka ombak yang bergulung tinggi. suaranya "byuur". lalu cuma bersuara lirih ketika menghantam pasir pantai. aku cuma suka lihat dari kejauhan saja kalau ombak sedang besar begitu. aku tak berani mendekat.

kadang ombak terlalu besar, kadang angin bertiup terlalu kencang. bodo amat. namanya juga pantai. kalau tak butuh ombak tak butuh angin, pergi saja ke gua. hangat. sebentar kau tak tahu apa yang hendak dilakukan, aku bocorin sini: mungkin kau bisa bikin gambar dan tulistulis namamu dan nama pacarmu sambil berpelukan. bukannya itu yang biasa dilakukan?

fokus, nonaa!

aku suka matahari, aku suka pasir pantai aku suka air. aku suka ketika matahari, air, dan pasir pantai berpelukan.
ya, benar senja.

aih aih, aku tak perlu lagi jelaskan begitu sukanya aku akan senja, tampaknya akan terdengar murahan. akhirakhir ini kata itu sering [amat sering sekali] disebut. aku eja dalam hati saja sajak cintaku pada senja di pinggir pantai.

ya. bagus nona, you don't have any point to say!:
sekarang yang kudapat dari ceritamu tadi adalah kata aku, suka, pantai, berulangulang.

aku suka pantai


good nite. sleep tight
kau mulai tak waras.