sekelebatsenja: July 2009

supir auto metal hyderabad


kalau anda pergi ke hyderabad pasti akan sering menjumpai kendaraan umum beroda tiga berwarna kuning [yang di jakarta biasa disebut bajaj], nah itulah auto. ya, inilah angkutan paling populer di kalangan mahasiswa kere asal indonesia [penulis termasuk]. untuk mencapai tempat yang agak jauh kami biasanya naik auto, tentu setelah didahului dengan tawar menawar pakai bahasa hindi seadanya [yang sering dijawab dengan anggukan atau gelengan doang, mungkin mereka sama gak mudengnya sama kami. maklum cuman bisa beberapa kata saja]. tapi sebenarnya bukan itu yang menarik, yang menarik adalah bagaimana cara supir itu mengendalikan autonya. uedan tenan. metal rek! meliukliuk gak karuan deh pokoknya. dalam hati cuman bisa membatin dan mengumpat: asemiik!

jadi begini ceritanya, saya baru tahu si mobil kuning kecil ini ternyata adalah penguasa jalanan. semua kendaraan takut padanya deh. dengan berbekal klakson yang mirip milik penjual roti jaman saya masih kuncung dulu dia sudah bisa nggasak mobilmobil mewah. maksud saya, melewati deretan mobil milik 'the have' [ya, sesekali juga nyerempet body mulusnya dikit lah]. mungkin dia berasa naik motor gitu ya. dan agak sedikit lupa kalau dia bawa 3 penumpang di belakangnya. saran saya, kalau anda kebetulan main ke india dan bermaksud mencoba auto, siapkan perut yang kosong [literally] agar bisa mengikuti permainan menjelajah jalan raya yang dipimpin oleh pak supir.

sekarang coba saya tanya, kalau anda ada di perempatan yang tak ada lampu merahnya dan kebetulan jalan di sebelah kiri anda mau melintas sebuah bus besar yang kirakira bisa membahayakan diri anda kalau nekat motong jalannya, apa yang anda lakukan? ya, orang yang masih waras biasanya akan setia menunggu. tapi itu tak berlaku buat para supir auto. mereka malah tancap gas sambil bunyikan klakson yang kayak punya bakul roti di indonesia itu. ya gitu deh salah satu studi kasusnya. selain kejadiankejadian lain yang gak akan bisa saya lupakan. herannya, menurut statistik kecelakaan di india, kecelakaan yang melibatkan auto ini rendah sekali angkanya. mencengangkan bukan?


anda tertarik? datanglah kemari.
jangan lupa. jika punya nyawa isi ulang, boleh dibawa.

makanan impian

siapa sangka saya bisa menjejakkan kaki di tanah kering asia selatan ini. saya ndak menyangka sama sekali kok. hahaha, terkesan dramatis tapi memang begitulah hidup. kemarin saya ada di mana sekarang saya ada di mana, tak tentu. tapi satu yang jelas, disinipun saya masih bermimpi, karena mimpi itu yang bisa membuat saya bertahan, hidup dan bersemangat.
halah, kok malah kayak mario teguh begini sih. nggombal abis deh.

seperti hari ini, mimpi untuk bisa makan makanan negeri sendiri yang membuat kami tergerak untuk memasak. halah, sok dramatis yo ben. yang jelas, dengan keterbatasan peralatan yang ada di guest house kami mulai meracik makanan yang diharap sama rasanya dengan masakan rumah. dengan berbekal 2 buah panci kami mulai bikin ramuan rahasia. heran bo' di sini tuh orang gak ngefans sama merica putih. sudah diubekubek kesana kemari kok gak nemu juga yang namanya merica putih, padahal kalo dipikir mau bikin sup kan butuh merica putih ya. ya sudah deh, kami pikir tak usahlah kami bikin sup pakai merica, cukup dengan bawang putih dan bawang merah [hah, sup model apa ini!]. kejadian pertama yang bikin geli adalah kejadian dengan kompor. maklumlah kami orang ndeso yang gak begitu berkawan sama kompor listrik. eh di sini ternyata yang digunakan adalah kompor listrik, lha bingung dah gak ngerti cara mempergunakannya. beruntung akhirnya kami punya cara nyalain tuh kompor. berbekal mengira dan mencoba menerjemahkan gambar akhirnya tuh kompor berhasil nyala. voila!

sudah selesai masalah dengan kompor, datang masalah berikutnya yaitu panci! hahaha, kami terlalu punya banyak panci, tapi gak punya wajan sama sekali. padahal saat itu kami sudah siapkan ramuan bakwan istimewa. semua bahan sudah terlanjur dicampur jadi satu, telur dan tepung juga sudah ditambahkan, eh kami ndak nemu yang namanya wajan. kalo disimpen di kulkas yo kok kelihatan wagu. walhasil kami pakai saja tuh panci buat nggoreng. geli sih geli, masak panci dipake goreng. tapi ternyata rasanya sama kok, gak beda jauh. hahahaha.

panci itu juga kami pakai buat goreng tomat dan kawan kawan, maksudnya sih mau bikin sambel, tapi oh ternyata, kami ndak punya cobek dan ulekan, habis digoreng tuh bahan sambal cuman digerus pakai sendok. jangan dibayangin bentuknya deh, nggilani banget. tapi herannya kok ya tetap dimakan, soalnya rasanya enak sih. tinggal ditambahin nasi putih ngepul panas diatasnya, sudah bisa dimakan doonk.. eh, sopnya tadi gimana makannya ya? nah begini sodarasodara, tuh sop tadi dimasukin ke wadah bekas pop mie yang dibawa dari indonesia [kami belum punya mangkok betewe, jadi pake itu aja dulu. keadaan mendesak. oh ya kami juga potong itu galon air minum buat wadah nyuci sayuran. gemblung yo ben]

taraa, akhirnya kami makan juga tuh sup, bakwan panci dan sambal impian. biar bikinnya tampak ndak higienis tapi kami habisin kok. maklum lapar berat. =))