sekelebatsenja: September 2009

chicken dressed


dress itu kalo tidak salah kan artinya pakaian ya
?

nah, kalau kebetulan saya melewati sebuah jalan kecil di bawah jembatan seethaphalmandi dan tak sengaja mata tertambat ke sebuah papan iklan di balik jendela kaca: chicken dressed, boleh dong kalau saya bingung? sebenarnya saya sudah ingin tertawa waktu itu. tapi ternyata rasa penasaran saya lebih besar daripada keinginan untuk tertawa. atau janganjangan sama, karena saya akhirnya ketawa juga.

saya terka itu bukan toko yang menjual ayam pakai baju, juga bukan toko tukang sulap atau tukang lawak. jelas terlihat dari papan namanya. jual chicken, begitu kok. jadi saya asumsikan bahwa itu adalah toko yang menjual daging ayam. lumayan, kebetulan saya sedang kurang gizi dan butuh asupan energi dari makhluk hidup lain. tapi kenapa dressed sih?

ya. di india daging ayam dijual dalam beberapa variasi: daging ayam pakai kulit, tanpa kulit, dan tanpa tulang. kalau memakai istilah di sini: chicken dressed; skinless, dan boneless. tentu saja harganya berbeda. yang memakai kulit itu jelas saja paling murah per kilonya daripada 2 jenis yang lain.

saya beli yang mana? sudah tentu jawabannya. jelas yang paling murah. maklum, cuma mahasiswa. nah, berhubung saya mahasiswa indonesia [baca: yang bisa makan hampir seluruh bagian ayam], saya juga beranikan diri menanyai si penjual: “do you sell any liver here?”

saya beruntung. ternyata di india, sama seperti di indonesia, hati ayam dimakan manusia! [tak seperti di australia, us dan inggris yang tak menjual hati dan jeroan untuk manusia.] wah, senang sekali saya, kebetulan salah satu makanan favorit kan hati ayam. tak jadi puasa makan hati selama 2 tahun.

kembali lagi ke dressed tadi, saya masih tak mengerti kenapa dinamai begitu, si bapak penjual serta anaknya yang masih kelas 8 juga tak tahu. iseng saya bilang: kenapa tak dinamai chicken skinfull [karena yang tak pakai kulit dinamai skinless] saja?

sukriya, dan saya berlalu