sekelebatsenja: March 2010

pak menteri mau datang

saya pikir orangorang ini manusia-super. pasalnya mereka bekerja hingga dini hari seperti ini. saya maksud...bapakbapak yang sedang mengangkut pasir dari bawah bangunan international hostel ke seberang jalan..beberapa mengemudikan mesin penghalus jalan dan truk.

angka 2 sudah ditunjuk oleh jarum pendek. sudah pagi. aktivitas seharusnya sudah berhenti. bercumbu dengan mimpi..seharusnya begitu. tapi ini tidak. pak menteri mau datang besok pagi. jalanan harus sudah bersih. pekerjaan sudah rapi. sudut yang kelihatan harus sudah cantik dan dihias. perkara ketika buka pintu ada banyak sarang labalaba..mana ada urus.

saya bertengger di lantai 5. melongok ke bawah..membidikkan kamera telepon genggam yang kepayahan mengumpulkan sinar membentuk gambar. saya menjadi pengamat yang tampak sombong di ketinggian. tapi peran saya memang itu..gimana lagi. dari ketinggian tanpa kata saya menyaksikan keriuhan di bawah sana. semua tampak sibuk. tampak jelas raut para pekerja itu kecapekan...namun demi uang lembur yang jumlahnya lebih besar dari upah biasa semuanya dijalani.
demi pak menteri.
eh bukan.. demi uang
ya deh..demi pak menteri juga.

hahaha. seperti menyaksikan dagelan saya ketawa. aneh sekali sebenarnya keriuhan ini. kemunculan pak menteri saya yakin sudah dijadwalkan jauhjauh hari. kenapa masih terjadi seperti ini?

seperti cerita legenda. kerja sepanjang malam. semua jin diberi batas waktu sampai subuh untuk menyelesaikan semua detil. saya jadi ingat tangkuban perahu...jadi ingat prambanan.

apa iya ini proyek serampangan dengan duit miliaran?
penilaian saya sebagai orang yang buta detil sebuah proyek rasanya tak begitu akurat.
sebaiknya saya mungkin ndak usah banyak cerita. bacrit kata orang medan.
lihat saja. diam. ndak usah komentar.


yang jelas besok pagi pak menteri datang. semua diminta berdandan rapi dan istimewa. jangan lupa gosok gigi. soalnya siapa tahu ditanyatanya gitu. malu kalo gak gosok gigi


*tulisan absurd di pagi hari yang begitu lengket penuh keringat. mata ndak bisa terpejam. padahal kepala sudah berat dan pening.