sekelebatsenja: March 2011

rindu


ijinkan aku buka kisah ini dengan tanya. 

sungguh inikah yang kuinginkan? 
begitu tinggi tumpukan keresahan pada pojokpojok sepi menunggu goyah lalu berserakan. 
sungguh. 
hatiku mulai letih berlari mengejar bayangan yang datang terlalu cepat lalu menghilang. 
serupa matahari yang meninggalkan jejak keemasan di penghujung hari sebelum akhirnya tenggelam.

dan pada kesunyian yang syahdu aku terhenyak. meraba. berserah.
mengeja perlahan dengan terbata.

semoga tak terlalu berlebihan ketika aku ucap rindu.
rindu untuk entah. 
mungkin rindu untuk malammalam panjang yang tak kunjung bangun dalam dekapan pagi. 
mungkin untuk senyum yang tak beralasan. 
untukmu.

beku

waktu seakan tak hendak berputar. beku disitu saja.
seperti balok es di kulkas, 
mungkin seperti salju abadi di puncak yang tak sempat kusentuh.
seperti hati.
kubilang apa, ingatan itu kejam, sayang. 
bungkus dan simpan di sudut gelap.
biarkan ia tak terkoyak, tak terhempas, tak melesak.
biarkan ia tetap tersimpul rapi.
di situ saja.
ya, di situ saja.