sekelebatsenja: April 2011

sensi

cuaca hyderabad tidak seperti biasanya yang dihiasi sinar matahari tajam menancap di batok kepala. hari ini mendung menggantung bergelayutan. kadang titik hujan sebentar mengganggu pasangan muda yang pacaran di bawah pohon asem. ah memang asem. tapi tak apalah hitunghitung mengerjai orang pacaran. salah siapa pacaran orang sedang musim ujian dan mengerjakan paper.
tuh benar sekali. saya sedang sensi,
ujian akhir sudah di pelupuk mata. bukan ujian yang bikin saya sensi. tapi sikap saya sendiri. bukannya saya heboh membaca dan mempersiapkan ujian dengan sangat detil malah kebanyakan tidur. kebanyakan mikir. kebanyakan mengeluh. ah. 
saya agak tak percaya itu namanya ujian. masuk ke kelas, menjawab beberapa pertanyaan. dinilai. macam apa itu. aneh. harusnya tak usah ada saja yang namanya ujian. memang betul, soalsoal itu membuat saya jadi ingat sudahkah saya bisa mempertanggungjawabkan analisis yang saya miliki tapi tetap saja ujian itu ujian. setelah dikerjakan diberi nilai. nilai untuk apa? untuk saya nulis? untuk saya beranalisis?
hahaha.
aduh kenapa jadi begini sih. malah saya sensi tak karuan semacam ini. ini pasti garagara mendung. garagara orang pacaran. dan garagara ujian kampret ini.
ya setidaknya saya tahu bahwa saya masih mampu berusaha. berusaha cari alasan maksudnya.
ah mendung.
harusnya saya bersyukur meski kepala saya random.