sekelebatsenja: September 2011

caviar

nama yang sangat seksi menurut saya.

dulunya saya pikir caviar itu nama minuman yang memabukkan, atau paling tidak nama jenis mobil dari spanyol. apa mungkin karena saya mengasosiasikannya dengan javier. javier bardem si florentino ariza di love in the time of cholera atau si detektif agustin rejas di the dancer's upstairs.
masih tidak tahu juga?

itu lho, masmas yang ganteng itu.

ah,
rupanya adalah nama olahan seonggok telur ikan.
pertamanya kecewa sih, kenapa nama seindah itu disematkan pada butiranbutiran bego berwarna hitam itu sih.

ide siapa itu?

ehtetapi menilik dari asal si ikan di lautan kaspia dan laut hitam, bolehlah namanya agak genit begitu. sturgeon, nama kelompok ikan yang terancam punah itu
kabarnya berukuran naujubile panjangnya (saya ndak tahu sih. cuman katanya. belum pernah lihat sendiri)
kabarnya juga si ikan hobi makan ikan salmon.
rasa dagingnya saya tak pernah tahu, rasanya itu rahasia tuhan dan akan tetap hanya tuhan yang tahu.
tapi kalau memakai logika bodoh, makanannya saja enak harusnya yang memakan juga enak dagingnya.
bukan begitu ya.

kembali lagi ke caviar,
pertama kali saya makan benda ini adalah di sebuah restoran di hotel bintang lima di new delhi. rasa penasaran terbayar sudah.reaksi saya pertama kali adalah: oohhh gini rasanya.

tidak begitu istimewa menurut lidah ndeso saya.
tidak seperti yang saya bayangkan.
masih enakan gorengan mendoan tempe pakai cabe rawit.
ini caviar rasanya serba ndak jelas. antara asam dan asin. antara amis dan bikin mual. antara mahal dan mahal sekali.
jadi pada intinya

saya sudah pernah makan.

sombong.
biarin

malu

sama seperti kemarin dan kemarinnya lagi. sehari dua hari lalu juga harihari sebelumnya pagi ini saya menempuh jarak 8 kilometer dengan kendaraan beroda tiga berwarna hijau kuning itu. juga sama seperti sebelumnya saya melakukan aksi tawar menawar dengan si sopir dan disepakati tarif akan diberlakukan berdasarkan hitungan yang ditunjukkan oleh meter (sama seperti argo di taksi itu). saya bilang itu fair karena saya tahu jalan dan baik saya maupun dia tidak akan merasa dirugikan.


gaya saya sama. duduk di tengah, memangku tas kulit dan bermain dengan ponsel. sesekali saya melihat ke arah jalan. sok memantau kemacetan.

hari ini pemandangan biasa saja, karena saya lewat timur, africa avenue yang penuh dengan bangunan dan relatif lebih rapi. lain halnya jika saya lewat barat, tentu saya akan lebih tertarik mengamati sibuknya aktivitas orang yang tinggal di kawasan slum dekat pasar.

di tengah jalan saya menyadari sesuatu. si bhaiya pengemudi auto ini dari tadi mengamati saya dari kaca tengahnya. saya purapura memalingkan muka ke samping. belum tahu dia kalau saya punya kemampuan mengamati detil arah samping meski mata saya tertuju ke arah depan. serius. saya punya kemampuan itu. dan bagusnya dia tidak tahu.  

nantinya saya sadar bahwa si bhaiya ini ingin tahu apakah saya curiga. 
curiga apa? 
baiklah. saya duduk di tengah. meteran ada di kiri. kepala saya menoleh ke arah kanan.
sudah cukup jelas bukan.

dia ingin tahu apakah saya sadar meteran itu bergerak sangat cepat. tepatnya menunggu apa reaksi saya. saya tahu persis tetapi saya diam saja. di pantulan bayangannya dia terlihat agak lega namun masih ada sisasisa waswas. 

dalam diam saya menyusun rencana untuk mempermalukannya dengan sangat cantik. ributribut jelas bukan pilihan saya pagi ini. saya lebih suka menyiksanya dengan permainan yang lebih tenang dan punya efek agak lama.

auto berhenti tak jauh dari tempat biasa saya berhenti. meter harga menunjukkan angka 91.35.  kilometer menunjukkan 12.4 kilometer. saya pengen ketawa. tapi sengaja saya tahan. tanpa ekspresi saya keluarkan uang 100 rupees. saya berikan ke dia sambil bilang 

" you know what bhaiya, your meter is kharab. fix it soon. or you will get trouble next time if u carry an angry passenger.  do you know what is going on currently in this country? a very vast demonstration against corruption. and you want to know what corruption is? this is exactly like what you are doing right now. i feel pity for you bhaiya, really pity for you. you're still young. okay. and the most important thing is,  god (sambil menunjuk sebuah image dewa di dekat setirnya) doesn't like a liar. good morning and i do hope that i still remember your face and your auto number."

saya mengamati air mukanya berubah, menjadi merah dan sangat tegang. jelas terlihat matanya tidak bisa berbohong kalau dia merasa malu campur takut. saya yakin sekali.

saya berlalu sambil menahan ketawa sampe sakit perut.
puas.

kumis

suatu saat teman india saya pernah bilang: "kumis itu lambang kejantanan pria india. kalau kamu tak punya kumis, kamu akan cari cara bagaimanapun agar kumis itu tumbuh". setelah obrolan yang cukup kocak dengannya saya diamdiam melakukan pengamatan lapangan. benar saja hampir semua lelaki dewasa india menumbuhkan rambut lebat di atas mulutnya.

kadang saya tak bisa menahan ketawa kecil saat bertemu dengan golongan kumis offside. istilah yang saya tujukan untuk orangorang yang tampak lucu menumbuhkan kumis. maksudnya, yang tidak singkron antara bentuk kumis dengan mukanya. bisa karena kumisnya terlalu lebar atau dibentuk dengan aneh. salah satunya yang pernah saya temui adalah kumis trapesium berlebihan

lelaki itu setengah tua dan gemuk. mukanya bulat dengan kulit yang coklat kemerahan.rambut bagian depannya sudah menipis dan hampir botak. sementara rambut bagian belakang masih lebat dan berwarna hitam. pertama kali saya yakin dia pasti mengecat rambutnya. karena dengan penampakan seperti itu biasanya rambut sudah berwarna abuabu. namun bukan itu yang aneh. 

tapi kumisnya.moochh  kalo kata orang india

saya tidak pernah diberi petunjuk apaapa untuk bertemu kumis seaneh itu. warnanya hitam pekat. trapesium sama kaki. bagian atas kumis hanya selebar cuping hidung sementara itu semakin ke bawah semakin lebar dan tebal dengan tekstur rambut yang lurus dan keras sampai menutupi bibir atas. saya tidak habis pikir. 

1. bagaimana bisa kumis tumbuh seperti itu?
2. apakah warna kumisnya asli?
3. apa maksudnya menumbuhkan kumis menutupi bibir atas?

sampai sekarang pertanyaan itu tak pernah terjawab. dan saya masih penasaran. agak menyesal kenapa dulu saya tak sempat bertanya padanya. sayang sekali saya tak pernah lihat lagi yang seperti itu.

pelajaran yang saya petik: 
1.bertanyalah karena itu membuatmu terbebas dari perasaan penasaran yang berlebihan.
2.charge batere hape.
3.kalau sedang disorientasi cobalah menulis sesuatu yang tidak berguna.

begitu saja.

baru

bau yang baru. udara yang baru. suara tengah malam yang baru. rutinitas yang baru. gemuruh yang baru.
delhi itu kadang kejam. bekerja itu tidak melulu menyenangkan. sendiri itu kadang adalah bencana. 

ingatan saya masih jernih di tempat ini saya sempat demam hampir 3 minggu berturutturut sampai harus menjadi pucat, kehilangan nafsu makan dan berat sekitar 7 kilogram. kali lain selama 3 hari tidak mampu bangun dari tempat tidur, kepala serasa berputar, gelap, terang, gelap. baubauan menjadi lebih kuat dari seharusnya. langit menjadi lebih jelek dari biasanya. kipas angin terlalu kencang. suara terlalu berisik. semua serba tidak betul menurut kepala saya.

jauh di bawah alam sadar, neuronneuron saya bergejolak dan memberontak. hawa asing yang menelusup di bawah leher berusaha mengusik dan mencekik. memburu desah napas yang terengahengah. tengah malam saya selalu menangis untuk entah apa yang saya tangisi. tidak begitu jelas.

rasanya menderita. dan bodohnya saya membiarkan saya merasa kasihan pada diri sendiri.
itu bodoh.

saya tahu itu bodoh tapi saya tidak tahu cara lain untuk membuat saya merasa lebih baik.
kecuali menghabiskan menitmenit dengan berbicara, teriak, berbisik, kadang menangis, kadang purapura menangis melalui telepon yang lebih sering dibalas dengan tertawaan, ejekan dan obrolan konyol yang membuat saya akhirnya ikut tertawa.

sesuatu yang baru tidak melulu buruk, juga tidak melulu baik.
'kalau dipikir berat akan berat, kalau dipikir ringan akan ringan. semua itu tergantung bagaimana kamu mengendalikan pikiranmu'

dasar tukang buah!

pindah

rasanya seperti menghentikan detak jantung. mungkin agak berlebihan namun saya rasa begitulah. saya tidak begitu familiar dengan kehidupan berpindah tempat. sampai usia ini baru dua kali saya berpindah tempat menetap. menghentikan satu hidup. berganti hidup lain. saya punya hitungan sendiri untuk menyebut pindahan, tak kurang dari enam bulan.

pindah berarti perpisahan. perpisahan berarti mengemasi kenangankenangan yang berceceran, menyusunnya dalam koper ingatan dengan rapi. sambil sesekali berusaha membuat ruang sempit itu muat dijejali gulungangulungan beraneka rupa dan ukuran.

jemari saya masih berhenti di ujung foto itu. senyum tersungging kecil di ujung bibir. sulursulur ingatan berusaha menjangkau noktahnoktah yang absurd dan licin. sesaat terhenyak dengan nostalgia yang memabukkan. sebelum tangan saya mencabutnya dari dinding dan memasukkannya dalam amplop bekas penukaran uang. 

kamar itu kini tampak seperti pertama kali saya menempatinya. tak ada jejak yang berarti kecuali beberapa lembar kertas tak berguna. di dekat pintu keluar tumpukan koper menunggu untuk diseret. saya merebahkan diri di atas kasur, memandang langitlangit putih, menengok jendela, memandang ujung dahan pohon mangga dan terkaget pada ingatan kuat tentang letakletak bendabenda saya di kamar itu sebelum saya bersihkan.

sungguh saya ingin tinggal.

langkahmu berat, rasanya tidak ingin meninggalkan yang harus ditinggalkan sampai akhirnya kamu tersadar bahwa ada saatnya kamu harus merelakan karena merelakan itu bukan berarti tidak memperdulikan. peluk dan airmata dan temanteman  yang mengucapkan "keep in touch dear. remember me. remember us" waktunya disimpan dalam kotak kecil yang istimewa.

perjalanan

bulirbulir hujan menempel di jendela kaca. ada yang berbentuk bulatan kecilkecil, ada yang kemudian menyatu membentuk sungai jatuh. telunjuk saya bergerak menyusuri kumpulan kecil yang mirip gambar bunga di buku gambar anakanak tk biasanya. sesekali kejahilan muncul dalam ketukan kecil yang menimbulkan getaran halus namun mampu menghancurkan konfigurasi alam yang menjelma dalam kantongkantong bening. 

sore hari. 17 jam lepas dari New Delhi saya bangkit dari tidurtiduran di kursi kereta. kursi kereta yang kami naiki adalah jenis sleeper dimana satu kompartemen terdiri dari 6 tempat tidur. masingmasing susun 3 pada kedua sisi kompartemen.ketika jam tidur tiba, susunan yang tengah dapat dibuka. pada perjalanan siang biasanya susunan tengah tempat tidur tidak difungsikan dan dilipat sebagai sandaran, sehingga penumpang dapat duduk di tempat tidur paling bawah. nampaknya sore itu penumpang yang satu lagi masih tertidur lelap di susunan paling atas. kabarnya dia baru saja menempuh perjalanan maraton dari Jammu dan kelelahan. tinggallah kami berdua di deretan kursi sisi itu mengokupasi seluruh sisi.

oh ya. kali ini saya pergi dengan tim. dua orang lelaki.

lelaki satu sedang asyik menggumamkan sesuatu sambil membaca buku. sesekali saya interupsi dengan pertanyaan konyol yang menyebalkan. semakin menyebalkan pertanyaan itu semakin bahagia dan bersemangat saya mengganggu. sementara itu lelaki satunya sedang berperang di alam mimpi sepertinya atau sedang bersemedi di sungai berbuaya.

selain selalu mengganggu lelaki satu dan sakit perut saya tidak melakukan apaapa sepanjang hari itu. sementara perjalanan dijadwalkan masih akan berlangsung 12 jam 30 menit lagi. ya, betul
12 jam 30 menit lagi.

kereta yang kami tumpangi berjudul Dakshin Express. Kereta bernomor 12722 itu memang butuh waktu lumayan lama untuk menempuh jarak 1660 KM antara Delhi dengan Hyderabad. kereta ini memang tergolong kereta narsis yang setor muka di banyak stasiun. masa berhenti di 44 stasiun? benarbenar SKSD kereta ini. tapi sisi positifnya adalah suka mengalah. mengalah pada si ekseutif untuk lewat duluan. ah sudahlah, ngomong apaan sih saya.

kalau menilik panjang perjalanan, harusnya saya bosan luar biasa. apa yang ada dalam pikiran sampeyan akan sampeyan lakukan untuk membunuh waktu yang naujubile lamanya diatas kereta? tapi saat itu saya benarbenar menikmati setiap menit yang saya lewati. melihat banyak hal yang jauh berbeda dari rutinitas kantor. melihat sawah yang hijau. pepohonan yang rimbun. sungaisungai yang dipenuhi burung. ternak yang dibiarkan berkeliaran di padang rumput luas, bukit batu yang saya yakin pasti ditinggali perompak (yang dianggap soktau oleh lelaki satu. huh), sampai chai yang diseruput hangat ditengah hujan deras dan diantara dua lelaki yang berpuasa. benarbenar nikmat. sampai saya bergumam, seandainya harihari akan selalu seperti ini, bersama orang yang membuatmu nyaman dan tidak berada di balik meja mengerjakan laporanlaporan pasti saya akan bisa tersenyum cerah 3000 watt pada semua orang.

jam enam lebih nanti pada hari itu kereta berhenti di Nagpur. dan kami akan tertipu oleh seorang penjual biryani telor gadungan yang membawa paket yang sudah dingin. mungkin dia salah taruh di kulkas. kami juga akan mengumpulkan makanan untuk buka puasa. ada pisang, fried dal, aloo dal, pisang, chips, kue kering, pisang...eh saya tadi sudah sebut pisang belum?

bulirbulir hujan sudah mulai mengabur dengan latar belakang senja yang jatuh murung. hawa dingin yang segar perlahan terasa. kaos tipis sudah terasa  tak begitu nyaman. saya mengambil jaket dan bersiap untuk berpose bangau sambil menunggu kereta sampai di stasiun tujuan berikutnya: Nagpur Junction dan benarbenar tidak melakukan persiapan apapa untuk ditipu.

selamat makan dan kapan libur lagi sih?

adumulut

pelakunya jelas saya. 

lawan adumulut saya banyak: seorang dean hostel, madam warden hostel, 2 sekuriti ngeyel, 9 sekuriti bertongkat  dan 2 penjaga gerbang.
pokok masalahnya nda penting sih, tapi penting banget.

alkisah kesempatan untuk kembali ke hyderabad kota di mana saya bersedihsenang selama dua tahun untuk membereskan ijasah berhasil terjadi. setelah perjalanan dengan kereta ajaib yang akan saya ceritain besokbesok, bisa juga sampai sana.

tapi itu belom masalahnya,
jadi waktu masih jadi mahasiswa-beasiswa (ini penting banget disebutin soalnya kalo nda beasiswa nda wajib) saya disuruh tinggal di hostel. istilah kerennya sih apartemen gitu. bagus sih. tapi itu bukan masalahnya juga. masalahnya itu saya anak badung yang suka pergipergi. begitu selesai ujian akhir bukannya beberes barang saya malah langsung minggat kemanamana. ya wis, emang begitu yang sudah terjadi. akhirnya sampai sudah waktu habis untuk biaya dari beasiswa, tapi saya masih dimana gitu. akhirnya selama 2 bulan saya kudu  bayar sewa 
itu juga masih belum masalahnya.

ndapapa sih kalo suruh bayarbayar gitu. tapi saya benci banget waktu dilarang mindahin barangbarang keluar dari hostel. masa kudu nunggu si madam sok penting itu datang hari jumat. 

saya datang hari minggu. jelas salah saya kalo ndak ada orang di kantor. saya tahu betul minggu itu waktunya orang libur dan hanya orang kurangkerjaan dan bego saja yang ngetem di kantor, tapi saya tuh udah bikin janji dan ngasih tahu kalau saya mau ngosongin kamar. entah si madam budeg apa gimana dianya menginstruksikan para sekuriti hostel untuk melarang saya memindahkan barangbarang keluar hostel. alasannya karena dia takut saya ndak bayar tunggakan hostel.

benarbenar bodoh ndapake otak. ato otaknya disembunyiin di osengoseng si madam.

pertama kali saya coba bilang lembut ke si sekuriti kalo saya sudah bilang via telepon sama si ibuk. dan saya nda akan mungkin kabur tanpa bayar. sangat ndak mungkin.

si sekuriti ndak respon. malah bentak saya. kamu ndak boleh pergi titik madam bilang nanti kamu kabur.
saya tahu si sekuriti ini ndak mudeng sama apa yang saya omongin. coba yang jaga si pratap bhai yang jago bahasa inggris itu. 
udah nda mudeng malah ngotot
saya udah mulai mendidih gitu, soalnya sudah bete. capekcapek beresin, pengen segera istirahat..

saya bilang lagi. senin saya harus balik lagi ke kampus untuk urusan ijasah. jadi pasti ke hostel dulu.
dianya masih ngotot.
saya emosi banget gitu

heh kamu cewek sekuriti bego. mudeng ndak sih sama yang saya bilang?
si madam yang saya coba telepon  juga sama begonya. masa telepon saya malah ditutup. huufh.

tukang auto sudah datang. sudah siap bawa barangbarang. tapi harus menunggu dia.
saya sudah hilang kesabaran. saya bilang:

"panggil si dean of hostels!!!!! saya mau ngomong sama dia! ndak ada gunanya berdebat ndak penting sama kamu. diajak ngomong ndak mudeng juga". saya teriak kenceng banget sampe kedengeran sama mahasiswa india yang sedang berkunjung ke hostel internasional. akhirnya dia saya minta untuk menyampaikan maksud saya dalam bahasa telugu.

ternyata sekuriti masih ngotot. saya naik pitam. saya seret itu koper besar keluar dari hostel. eh pintunya buruburu mau ditutup sama si sekuriti itu. akhirnya terjadi aksi dorong mendorong antara teman saya dengan si sekuriti. saya tabrak aja itu si sekuriti dan akhirnya berhasil keluar.

di luar kami (saya dan 2 teman saya cewek semua) dihadang oleh petugas berbaju hitamhitam membawa pentungan berjumlah sekitar 9 orang. wot the hel ini. emangnya kami mau maling panci?

rupanya si sekuriti tadi mengontak seluruh jajarannya dari berbagai hostel yang ada di kampus, untuk menghalau saya yang berusaha mengambil barangbarang saya. gilak juga ya ni orang. seserem apa sih saya sampe kudu dihalau sama 9 orang sekuriti berpentungan. 

karena udah benerbener marah dan capek luar biasa akhirnya emosi saya membuncah. saya tunjuk tu muka sekuritisekuriti sambil bilang.

"apa kamu? sini. mau pentung saya? monggo. ndak malu sama kumis? keroyokan begitu untuk menghadapi cewek2 yang melakukan apa yang menjadi haknya. saya ndak punya urusan sama kalian semua. saya cuman akan berurusan dengan siapapun pihak berwenang dari hostel. bukan sampeyansampeyan ini. saya ini ambil barangbarang saya sendiri ya. kok dipersulit. apa kalian takut saya sembunyikan kulkas di koper itu? buka saja sana. saya kasih ijin...bla bla bla"

saya sudah lupa berapa banyak katakata kotor yang muncul dari mulut saya. jujur ngeri banget kalo liat saya marah gitu. kayak kesetanan. kayaknya yang masuk setan tukang demo.

melihat gelagat saya yang tidak takut dan malah ketawa histeris sambil masih maksa masukin barang ke auto si cewek sekuriti malah makin menjadi. ndak bisa ngancem saya malah ngancem si tukang auto. si bhaiya yang mukanya memelas itu ditakuttakutii akan dilaporkan ke polisi kalau mendukung saya angkut barang. dengan muka ngancem si cewek catet tu nomer auto. geblek deh. saya tambah naik pitam sama itu cewek. sumpah pengen saya samplak itu mulutnya kalo ndak inget saya ini ndak boleh menambah masalah lagi.

tensi meninggi. banyak sekali orang keluar balkon pengen cari tahu. asem. malumaluin aja.

sampai akhirnya si dean of hostel datang. saya bernapas lega. setidaknya ada orang yang bisa mudeng saya ajak bicara, bukan teriak.setelah diplomasi empat mata dengan si dean, saya diperbolehkan pergi. sayabilang juga apa. huh.

terbukti bahwa ketakutan si madam terhadap saya tidak beralasan. masa takut saya kabur ndak bayar hostel? saya datang jauhjauh itu untuk ambil ijasah. sedangkan ijasah hanya bisa diambil kalau saya sudah menyelesaikan administrasi apapun di kampus, jadi logikanya saya pasti akan kembali dan harus menyelesaikan semua administrasi sebelum ambil ijasah.
sesederhana itu. tapi jadi rumit.
sialan

hampir saya semprot lagi itu si penjaga gerbang yang membentak saya suruh turun dan menutup gerbang. terpaksa saya kudu telepon lagi si dean. baru saya bebas. 
benarbenar sore yang tidak masuk akal. 

sendirian

memandang langit tanpa bintangbintang itu bisa sendirian.
sambil rebahan di tikar kain rajut gelapgelapan, menyilangkan kaki di tembok sambil menerawang kejauhan dan sok tahu tentang rasi bintang.

bisa sambil makan keripik kentang asin dan minum jus jeruk hampir basi.

bisa sambil sesekali melihat telepon seluler dan menebak adakah gerangan yang mengingat saya.bisa sambil membayangkan betapa menggemaskannya kucing bayibayi itu yang diinterupsi dengan bayangan digit angka dan gas yang harus segera dibeli.diikuti rentetan bunyi menghibur diri sendiri
"masih muat kok"

sejujurnya saya pengen makan pasta pake saus ayam giling. bukan kambing giling bau banget seperti kemarin dulu.katanya masak itu sebaiknya pakai passion. tapi saya sedang passionless. gimana dong. 
saya dimasakin aja ya. 

saya baru ingat kalau sedang sendirian, memandang langit dan bermuka bego.
ya ya ya.
tambah satu lagi. bermalasmalasan.

ya sudahlah.

malam paralel


langitlangit kayu itu tampak lebih redup dari biasanya, cahaya dari lampu bohlam 5 watt  merembes masuk melalui celah kecil diantara kayu penyangga pintu. gorden bungabunga kecil membarikade cahaya yang berusaha menghambur masuk jendela. 

di luar bulan tidak tampak, pucukpucuk es putih mengabur di kejauhan bersama siluet gununggunung tinggi.

desah dan gigil bersahutan.tersembunyi rapat di balik selimut tebal tiga senti. deras arus sungai bergemuruh menciptakan imajinasi lekuklekuk air. esok hari ingin menyentuh dan mematri dalam ingatan.

pukul satu dini hari. saya sungguh kelelahan setelah duduk dalam bus hijau istimewa yang dipacu dengan ngawur yang sungguhsungguh selama 15 jam. mungkin lebih. yang jelas saya tak begitu ingat. 

melewati kebun apel dan rumahrumah kayu beratap batu dengan asapasap keluar dari cerobong, sungaisungai besar membelah kebun, rumah makan tepi sungai dengan kursikursi yang sengaja ditenggelamkan separuh dalam air, bukitbukit hijau dengan anak jalan yang entah ujungnya di mana…mungkin di pucuk yang super tinggi itu, sapi bagus, sapi jelek, kambing gendut yang tidak diajari diet, kambing super gendut dan ibuibu membawa dua ekor kelinci bermata merah yang sungguh sangat mahal yang sebelumnya saya tahu untuk 1 menit dielus harus bayar 50 rupees. sungguh pemandangan yang menarik dari kotak kaca 21 inch di samping kanan bus hijau putih itu.

tadi sepertinya saya ingin bercerita tentang malam itu, kenapa jadi kambing gendut dan kawankawan?
maafkan saya.

gemericik halus air dari wastafel terdengar di perbatasan sadar dan tidak. jatuh terlelap dengan mata terpejam ayam. Seketika mata membelalak. Tidak. saya terpejam. Saya ingat. saya benarbenar terpejam.

kepala saya bertengkar. sungguh tidak nyaman.

ada sesuatu yang mendekap saya erat. erat sekali. memaksa mata untuk melihat dengan tatapan seperti biasa. saya hanya ingin tidur. besok pagi rencana padat. tolong bantu saya.
pergi!
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!
teriakan membabibuta yang tercekat di tenggorokan.

lalu
mata paralel dan kesadaran yang terhubungkan.
kok bisa?

kamu tahu kenapa?
aku tahu kamu tahu