sekelebatsenja: January 2013

hujan

lalu terbit hujan pada sudut hari.
sudut?

tak penting. yang penting itu hujan. judulnya saja hujan.

ringan dan tak diduga. pakaian digantung pun muram. putihnya redup. perlahan jadi berat dan berair.
ingin kembali ke ember penuh sabun lalu mandi lagi. begitu batinnya. 

sayang si empunya tak terlalu peduli. sibuk menatap air dari balik jendela kaca sambil seruput secangkir cokelat hangat sementara tangan satunya nyelip pada halaman 15 sebuah buku. 
tampaknya sudah pas usahanya untuk terlihat romantis saat bertemu hujan.

oh hujan. di sini kamu tampak begitu cantik. 
molek dengan jatuhmu yang aduhai. 
sedikit demi sedikit.

tolong bilangin sama saudaramu yang di televisi. yah..