sekelebatsenja: 2015

ibu

setiap ibu memiliki cerita hidup dan perjuangan masingmasing. 
mungkin beberapa ada yang harus bekerja dan menggunakan waktu 8 jam (atau lebih) dari waktu seharinya untuk berada di kantor, menyelesaikan tugas, melakukan perjalanan dinas berharihari.
beberapa yang lain punya kesempatan bersama keluarga sepanjang waktu, mencoba permainan baru setiap hari, memiliki privilege untuk memeluk dan mencium serta mengamati dari dekat, dan tak harus mengkhawatirkan masalah pekerjaan.
beberapa ibu memilih tetap tinggal di rumah, bekerja ketika halhal rumah beres, ketika anak sudah tidur, misalnya.
beberapa yang lain lagi sangat ingin bekerja di luar rumah karena hendak mendedikasikan dirinya pada lingkup yang lebih luas.
ada juga yang terpaksa bekerja karena sebuah keadaan yang tak terelakkan, terpisah dari suaminya karena bencana alam dan harus menghidupi diri sendiri dan keluarga.
bagiku hal itu tak perlu dimasalahkan. mau yang bisa 24 jam bersama, maupun yang hanya dapat berjumpa dengan keluarganya di hari sabtu minggu, seorang ibu tetaplah seorang ibu. 
perjuangan menjadi ibu tidak bisa dinilai dengan apapun, oleh siapapun.
tolong jangan menyakiti dan mengecilkan perjuangannya.
kamu tidak berhak.

cinta

kau mencintaiku dalam diam, dengan cara yang aneh, dengan halhal yang kadang tak kumengerti dan kupahami. yang lebih sering membuatku memberontak dengan hujaman tanya. tidak dengan sederhana, tak pula serumit perekonomian dunia ketiga. 

aku mencintaimu dengan egois, dengan hasrat menyalanyala, dengan kilat dan guntur menggelegar dalam hati, dengan ketabahan layaknya kayu basah dalam api unggun.

kita tidak dalam frekuensi yang sama, kau sudah tahu itu. tapi kau dan aku paham, kita tak pernah selesai mendoakan satu sama lain.

dan itu kasih level mahadewa

hening

mendung yang sewaktuwaktu cair menjadi tetes dan aliran menuju anakanak sungai membangkitkan kisahkisah jauh yang tak sempat terjadi. tentang memandang hujan dari jendela dan masa muda yang penuh petualangan. rasa ingin tahu yang membuncah dan kenaifan yang menggemaskan rupanya bahan bakar paling mumpuni untuk sebuah kenekatan,
yang tak jadi terjadi.

seorang yang hadir dari tirai abuabu sudut hati. datang tak dinyana. 
pergi seperti tak benarbenar pergi. menjadi bayangbayang cahaya redup, 
ketika hening. 

pada suatu ketika
dia bilang, tak apa. karena tak mungkin tak hatihati.
aku bilang, aku takut.
takut semua akan berbeda.

hendak mengekalkannya dalam ingatan. itu saja. 

aku mulai mengingat suarasuara itu dalam hening.

yang berjalan. 
terus berjalan. 
jauh.


untuk


hentakan nadi bergulat peluh
pada titi wanci, kehendak berlabuh
untuk siapa?
kelopak bunga yang tabur
di bawah temaram jingga.
pada hati yang rindu,
cinta adalah kata kerja

ujian

plerakplerok.
nedhak dengan segala daya upaya.

wih hebat betul itu kok matanya bisa muter hampir 360 derajat dengan muka lempeng tetap menatap kertas. saya pengen ketawa cantik tapi sayangnya kalau saya ketawa ndak cantik je. tapi suwer memang oke sekali ini mbakmbak remaja peserta ujian. tampak cocik kalau diikutkan di Xfactor atau AGeTe (singkatan dari Asia Got Talent, gitu, mosok ndatau) dengan keahlian berskill wahid. 

ah saya emang banyak ngomong. 

ya sudah, saya mikir ja. sebenarnya apa sih tuh fungsi ujian. seratus menit disekap di ruang kelas lalu disuruh njawab yang kemarin sudah dijelaskan dengan adil dan merata serta berbusabusa gitu loh. nda akan jauhjauh dari itu pasti jawaban soalnya kok. apa iya gitu dikasih soal lalu dijawab wis gitu aja? kalo menurut saya kok bukan begitu maksudnya. justru itu ndak pentingpenting amat sih. ujian itu janjannya semacam tes mental terselubung. 

ngetes apa si peserta bermental baja atau mental nikel plus cobalt (jiahhh...cobalt) atau mentalnya sekedar kawat jemuran yang hobi di-php-in aer hujan. 
eh, kawat jemuran itu bahannya apa ya betewe?

yakaliiii

blawur

masyarakat hore
Semangkin blawur sebuah foto maka akan semangkin byutiful dan melenyapkan lemaklemak.
namun demikian dalam sebuah tubuh yang sakhohah terbitlah mata air kehidupan yang mbanyu mili sehingga blawur pun termaafkan.

Ayo piknik 2015!

liwat

sore tadi saya motoran ke sawah samping stadion bola dekat rumah sama archika. rencananya mau melihat matahari yang warnanya keemasan kalau menimpa air kali di sebelah sawah (you know, itu pengalaman mihil tauk, archika harus tauuu), eh belum juga menggok tetiba diplirikin kejam sama segerombol masmas under-age yang pakai scarf oranje dan pake gel rambut kebanyakan, idih kenapa pula itu masmas terganggu dengan kehadiran eyke dan anak eyke. apakah terlalu cetar dan cemlorotkah kami berdua. Akibatnya, jurus babon beranak dua pun muncul, tatapan kosong tigapuluh detik nonasenja yang sudah diuji laboratorium itu lho.









yakaliii.
sampai rumah, setelah diberitahu tetangga, ternyata oh ternyata sebentar lagi bakal ada pertandingan pss sleman lawan ppsm magelang di situ dannnn pastilah segerombol anak piyik tadi agak terintimidasi dengan kehadiran kami, emak + balita yang naik sekupi plat AB dengan santai, cantikkkk dan liwat dengan sakses.
Salam liwat!