sekelebatsenja: nostalgia

nostalgia

perihal nostalgia tak pernah luput akan ingatan yang membabibuta, merangsek serupa berkas cahaya matahari yang menghujam dari lubang selebar tiga senti. 
waktu yang sejak mula tak pernah membuka komunikasi dua arah menyeret paksa anakanak manusia untuk maklum. mungkin untuk berdamai dengan angan dan cinta sesaat sambil terus memaksa sang pejalan mengukur harihari yang jauh dengan ratusan juta bentuk pertanyaan yang entah apakah mungkin untuk terjawab.
mungkin untuk menekuri cinta yang terpisah raga.
entah, mungkin terlalu naif bila menganggap cinta tak cukup mampu menjadi bahan bakar membangun istana megah lapis pualam.
pada akhirnya waktu dan ingatan,
sejoli yang saling ingin menentramkan.

0 komentar: